Share

Alasan Ibu Hamil Suka Mual-Mual dan Muntah, Bisa Kurangi Risiko Keguguran

Cita Najma Zenitha, Jurnalis · Senin 02 Januari 2023 15:15 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Alasan Ibu Hamil Muntah dan Mual (Foto: Istimewa)

ALASAN ibu hamil suka mual-mual dan muntah selalu sering terjadi saat semester pertama kehamilan. Mual selama awal kehamilan, merupakan pertanda baik. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita dengan mual dan muntah selama trimester pertama memiliki risiko keguguran yang lebih rendah daripada wanita tanpa gejala ini.

Tidak hanya itu alasan ibu hamil suka mual-mual dan muntahdi awal kehamilan mungkin menandakan Anda sedang mengalami peningkatan hormon yang dibutuhkan untuk kehamilan yang sehat.

Ibu Hamil

Dilansir mayoclinic, penelitian menunjukkan bahwa mual dan muntah selama kehamilan mungkin disebabkan oleh efek hormon yang diproduksi oleh plasenta yang disebut human chorionic gonadotropin (HCG).

Wanita hamil mulai memproduksi HCG segera setelah sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim. Wanita dengan morning sickness yang parah (hiperemesis gravidarum) memiliki kadar HCG yang lebih tinggi daripada wanita hamil lainnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Demikian pula, estrogen, hormon lain yang meningkat selama kehamilan, dikaitkan dengan peningkatan keparahan mual dan muntah selama kehamilan.Namun, kadar hormon kehamilan yang tinggi tidak secara konsisten dikaitkan dengan mual dan muntah.

Mungkin juga mual dan muntah selama kehamilan adalah tanda-tanda jaringan plasenta yang layak.

Perlu diingat, bagaimanapun, bahwa kurangnya mual dan muntah selama kehamilan tidak memprihatinkan. Beberapa wanita dengan kehamilan sehat tidak pernah mengalami morning sickness.

Perubahan metabolisme glikogen hati akibat kehamilan juga dianggap sebagai penyebab mual-muntah. Namun, setelah terjadi penyesuaian terhadap sel-sel plasenta dan terjadi kompensasi metabolisme glikogen di dalam tubuh, maka rasa mual itu akan hilang.

Faktor terakhir yang juga sering menentukan adalah faktor psikologis ibu hamil.Contoh, ibu hamil yang mengalami stres akibat kehamilan tak diinginkan bisa mengalami mual dan muntah

Namun begitu, penyebab hiperemesis gravidarum sampai kini belum diketahui pasti. Salah satu kemungkinannya, yaitu hormon HCG yang berlebihan. Mungkin juga karena adaptasi ibu hamil pada hormon-hormon yang timbul selama kehamilan kurang baik. Kemampuan beradaptasi ibu hamil, nyatanya memang sangat idiviudal seperti halnya reaksi alergi.

PENANGANAN

Jika setiap kali makan bahkan minum selalu disertai muntah, frekuensi berkemih berkurang, dan jumlah urin sedikit, maka dengan indikasi hiperemisis gravidarum seperti itu ibu hamil perlu dirawat. Pada kasus yang lebih parah biasanya suami akan melaporkan kalau istrinya bertambah lemas dan mukanya pucat . Kalau badan sudah lemas terus-menerus artinya ibu sudah mengalami dehidrasi.

Untuk memperoleh kepastian diagnosa, ibu harus melalui pemeriksaan urin di laboratorium. Jika air seninya mengandung zat keton berarti ibu hamil positif harus masuk rumah sakit. Selama perawatan awal, biasanya semua intake makanan dan minuman harus melalui cairan infus. Pasien umumnya akan dipuasakan selama 6- 8 jam agar lambungnya dapat beristirahat. Setelah itu pemberian makan akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari makanan cair, makanan semipadat sehingga makanan biasa.

Selama itu, ibu pun akan mendapat obat antimual. Bahkan bila sampai mengalami luka lambung karena intake yang kurang, maka dokter akan mengobatinya dengan obat antimag. Pada umumnya,dalam 24 jam gejala mual akan menghilang.

Petumbuhan janin juga dipantau melalui USG. Namun ibu tetap merupakan prioritas utama yang mendapat perhatian dalam pengobatan. Dengan asumsi jika asupan kalori ibu hamil tercukupi, maka janin pun akan memperoleh makanan yang cukup melalui plasenta. Lama perawatan di rumah sakit tergantung pada kondisi ibu, tapi rata-rata 2-3 hari. Jangan lupa, dukungan moril dari keluarga untuk menenangkan jiwa ibu hamil sangat diperlukan. Selesaikan masalah yang membebani selama ini. Intinya, lepaskan diri dari segala macam stres.

(RIN)

1
3