Share

Ahli Kesehatan Sebut Varian BN.1 Punya Skill Tinggi Mengelak dari Imun

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 09 Desember 2022 14:24 WIB
$detail['images_title']
Covid-19, (Foto: Reuters/Anushfree Fadnavis)

JELANG masa liburan akhir tahun, kembali muncul subvarian terbaru dari Omicron, varian BN.1. Dari keterangan Kementerian Kesehatan RI, per Kamis 8 Desember 2022, saat ini sudah terdeteksi 20 kasus varian BN.1.

Dari 20 kasus yang sudah terdeteksi tersebut, diketahui kasus paling banyak ada di Provinsi DKI Jakarta. Meski saat ini, diungkap Kemenkes kasus positif di Indonesia masih didominasi varian XBB. Namun tidak menutup kemungkinan tren ini akan bisa berubah.

Terpantau, jumlah kasuss BN.1 di beberapa negara, seperti Amerika dan Inggris bergerak cukup cepat menyebabkan jumlah kasusnya bertambah. Sejauh ini, sudah ada 225 kasus BN.1 yang terdeteksi di Amerika Serikat, sebagian besar di California, New York, dan Florida.

Sementara di Inggris ada 55 kasus yang telah dikonfirmasi. Kekuatan varian baru BN.1 bisa ditinjau dari masa sebelumnya, kenaikan kasus di berbagai negara terjadi, termasuk Indonesia akibat varian Omicron.

Dikutip dari Dailymail, Jumat (9/12/2022) ada kemungkinan varian baru BN.1 ini lebih kuat atau kebal, dibandingkan dengan varian sebelumnya. Pakar Covid di Arkansas State University, Dr Raj Rajnarayanan, memperingatkan BN.1 ini punya kemampuan tinggi untuk menghindari imunitas tubuh.

Follow Berita Okezone di Google News

Saat ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) sudah memasukan varian BN.1 dalam daftar varian dalam pengawasan. 

Meskipun, belum ada bukti sahih hingga saat ini, varian BN.1 atau salah satu subvarian baru lebih mungkin menyebabkan keparahan hingga membuat rawat inap atau dampak fatal seperti kematian. Namun dikatakan, subvarian ini semua berasal dari strain Omicron yang membuat angka kasus positif di seluruh dunia ke rekor tertinggi dan semuanya mengandung mutasi serupa.

Para ahli kesehatan mengimbau masyarakat harus meningkatkan perlindungan atau sistem kekebalan tubuh, dengan salah satu caranya mendapatkan vaksinasi booster Covid-19. Apalagi orang-orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.

 BACA JUGA:Kemenkes Sebut Sudah 20 Kasus Varian BN.1 di Indonesia, Ini Peta Sebarannya

BACA JUGA:Jelang Libur Nataru, Kemenkes Tegaskan Syarat Perjalanan Tetap Wajib Vaksin Booster

1
2