Share

Kemenkes Sebut Sudah 20 Kasus Varian BN.1 di Indonesia, Ini Peta Sebarannya

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 08 Desember 2022 16:50 WIB
$detail['images_title']
puluhan kasus varian BN.1 terdeteksi di Indonesia, (Foto: Freepik)

AKHIR tahun Indonesia dihadapkan dengan maksudnya varian baru virus penyebab infeksi Covid-19, BN.1.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, mengatakan sejauh ini sudah ada 20 kasus varian BN.1 yang terdeteksi.

"Sudah ada 20 kasus," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid saat dihubungi MNC Portal, Kamis (8/12/2022).

Seperti halnya sub varian XBB, BN.1. merupakan turunan dari varian Omicron dan kasus pertama BN.1 ini diungkap dr. Nadia pertama kali ditemukan pada 16 September 2022. Jika dilihat dari datanya pada hari ini, jumlah kasus yang terdeteksi didominasi di Provinsi DKI Jakarta.

Berikut rincian jumlah kasus dan peta sebarannya di Indonesia;

1. DKI Jakarta: 9

2. Jawa tengah:5

3. Kepulauan Riau: 3

4. Sumatera Utara: 1

5. Kalimantan Barat: 1

6. Kalimantan Selatan: 1

 

(Foto: Kemenkes RI)

Follow Berita Okezone di Google News

Sehubungan dengan ini, dr. Nadia mengatakan Kemenkes akan terus melakukan pendalaman (monitoring) serta surveilans terkait varian baru BN.1. Sejauh ini, varian Omicron BN.1 belum menciptakan kenaikan kasus yang signifikan di negara lain.

“Kita sudah lewati gelombang XBB.1, kita perhatikan ada subvarian baru BN.1, tapi kemudian kita melihat tren juga di banyak negara belum terjadi peningkatan, nanti kita lihat pola polanya apakah ada seperti itu," jelas dr. Nadia kepada wartawan di Gedung Kemenkes, Kamis (8/12/2022).

Mengutip Nz Herald, varian BN.1 ini sendiri sudah terdeteksi di lebih dari 30 negara lain, termasuk Australia, Inggris, India, dan Austria. Diinformasikan beberapa kasus paling awal dari jenis tersebut, tercatat sekitar pertengahan tahun. Varian BN.1 perhatian karena menghasilkan satu dari 100 kasus di Amerika Serikat.

 BACA JUGA:Ditemukan Varian Baru Omicron BN.1, Kemenkes: Sedang Kami Monitoring

BACA JUGA:Update Gangguan Ginjal Akut, Kemenkes Sebut Tak Ada Penambahan Kasus

1
2