Share

Minum Obat Saat Sakit Kepala Tapi Takut Kecanduan, Harus Bagaimana?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 07 Desember 2022 16:09 WIB
$detail['images_title']
Minum obat (Foto: Healthline)

SAKIT kepala kerap dialami siapapun, terutama mereka yang bekerja dalam tekanan dan penuh stres. Sebagian dari penderitanya mengonsumsi obat, namun ada juga yang takut minum obat karena khawatir kecanduan.

Dokter Spesialis Saraf dr Iswandi meluruskan hal itu. Dia mengatakan, obat sakit kepala seperti paracetamol, saat mengalami migrain atau sakit kepala itu tidak masalah untuk dikonsumsi dan tidak memberikan efek kecanduan obat.

 sakit kepala

Obat Paracetamol pun aman dikonsumsi selama 2-3 hari. Sementara dampak kecanduan obat, jika Anda mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung seperti benzodiazepine (benzo) untuk anti depresi.

Bila dicari tahu, obat ini pun didapatkan berdasarkan atas resep dokter.

 BACA JUGA:Studi: Peningkatan Suhu Bumi Bikin Migrain Makin Memburuk

"Kalau sakit kepala tidak berkurang bisa gunakan paracetamol dalam 2-3 hari, tapi kalau tidak meredanya bisa langsung ke Fasyankes (Puskesmas, Rumah Sakit). Jika memang tidak ada kandungan benzodiazepin, morfin, bromazepam atau semacamnya dapat menyebabkan ketergantungan," jelas dr. Iswandi Erwin, M.Ked(Neu), Sp.S dari RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta.

Follow Berita Okezone di Google News

Namun dr Iswandi mengatakan, sebenarnya saat sakit kepala tidak harus selalu minum obat. Ada pereda atau cara lain untuk menghilangkan sakit kepala bagi pekerja yang kelelahan atau stres.

"Salah satu untuk meredakan sakit kepala dengan beristirahat atau tidur. Ini merupakan solusi yang cukup efektif bagi mereka yang sakit kepala akibat kelelahan. Jadi nggak ada salahnya solusi ini, karena memang beberapa sakit kepala karena pekerjaan," katanya.

Perlu diketahui, sakit kepala mempunyai 3 jenis secara umum yaitu sakit kepala tipe tegang, migrain dan sakit kepala cluster. Ketiga jenis sakit kepala ini merupakan gangguan sakit kepala primer, artinya ada dengan sendirinya dan bukan akibat kondisi/penyakit lain (disebut sakit kepala sekunder).

1
2