Share

Tengkuk Leher Rasanya Berat dan Pegal, Benarkah Tanda Darah Tinggi?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 07 Desember 2022 14:00 WIB
$detail['images_title']
Tengkuk leher terasa pegal dan berat, (Foto: Freepik)

SAAT bagian tengkuk leher terasa berat dan pegal, banyak orang menyakini ini jadi salah satu tanda tekanan darah tinggi alias hipertensi.

Apalagi jika rasa berat dan pegal ini timbul setelah mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu, misalnya daging kambing atau hidangan Nasi Padang yang penuh santan.

Apakah benar gejala ini memang berhubungan erat darah tinggi? Disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Erni, Sp.PD dalam siaran langsung Instagram Live Okezone, “Kenali Serba-Serbi Hipertensi”, baru-baru ini, ternyata pada dasarnya ilmu kedokteran sampai saat ini belum bisa mendeskripsikan apa gejala valid seseorang kena darah tinggi.

"Sebab pada beberapa orang, mereka tidak sadar kalau darahnya tinggi, ya karena tidak menunjukkan gejala sama sekali," kata dr. Erni, Sp.PD

Namun, sambung dr. Erni, pada situasi yang lebih serius atau parah, tekanan darah yang sangat tinggi faktanya memang bisa menimbulkan beberapa gejala seperti badan kaku, kepala terasa tidak nyaman, tengkuk belakang leher terasa berat, atau sering pusing.

Follow Berita Okezone di Google News

"Gejala seperti itu bisa muncul kalau tekanan darah sudah melebihi 120/80 atau bahkan jauh di atasnya. Jika angka tensinya masih dekat dari 120/80 atau yang bisa dikategorikan sebagai hipertensi ringan, kebanyakan hanya bikin badan terasa enggak enak tapi tidak tahu kenapa alasannya," sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, dr. Erni mengingatkan masyarakat bahwa gejala darah tinggi itu tidak ada kaitannya dengan demam. Sehingga sebaiknya, kalau memang sudah mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, ada baiknya periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

Lantas, apakah gejala yang sama juga berlaku pada orang lanjut usia (lansia)? Nah, khusus pada kelompok lansia, harus dilihat terlebih dahulu kondisi kesehatan yang menyertainya. Apakah ada lansia komorbid seperti diabetes atau jantung, jika iya maka gejala yang muncul tentu akan berbeda.

"Tapi intinya, kalau pada lansia jangan dianggap sepele tensi di atas 120/80. Sebab, pada beberapa kasus tensi yang tinggi pada lansia itu bisa berisiko pecah pembuluh darah yang bisa menyebabkan stroke," imbau dr. Erni

Ia menegaskan, jangan dianggap jadi sesuatu yang wajar jika kadar tensi lansia sudah di atas 120/80, karena itu berisiko sebabkan masalah kesehatan.

 BACA JUGA:Mirip dengan Maag, Kenali Yuk Gejala Kanker Ovarium!

BACA JUGA:6 Gejala Polio Perlu Diwaspadai, Dokter: Terlambat Dibawa ke RS Bisa Lumpuh

1
2