Share

Makan Sembarangan saat Pesta Nataru? Waspada Ancaman Hipertensi!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 06 Desember 2022 17:31 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

MOMEN perayaan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah semakin di depan mata. Biasanya di momen ini, semakin semarak dengan kehadiran berbagai makanan enak, berlemak dan berkalori tinggi.

Mulai dari yang manis-manis tinggi gula, atau yang asin seperti aneka keripik, daging steak, atau daging panggang seperti sate kambing dan daging ayam. Sudah jadi rahasia umum pula, di momen meriah yang menyenangkan seperti ini, banyak orang cenderung tak peduli dengan jumlah dan jenis asupan yang dimakan karena terbawa suasana.

Nah, jika Anda termasuk, hati-hati akan risiko darah tinggi yang mengintai. Makan sembarangan, terutama makan makanan dengan cita rasa asin diungkap Dokter Spesialis Penyakit Dalam DR dr Erni Juwita Nelwan, Sp.PD, KPTI, PhD, bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

"Benar, makanan asin itu bisa meningkatkan tekanan darah. Sebab, garam atau sodium yang berlebihan bisa memberi dampak kurang baik ke metabolik tubuh yang pada ujungnya dapat berisiko darah tinggi," jelas dr. Erni, , Sp.PD, dalam siaran langsung Instagram Live Okezone, “Serba-Serbi Hipertensi”, Selasa (6/12/2022).

Follow Berita Okezone di Google News

Selain makanan asin, dr. Erni juga mengimbau untuk tidak berlebihan makan daging kambing. Walau memang menurut studi yang dilakukan pada hewan, konsumsi daging kambing tidak ada kaitannya dengan kenaikan tekanan darah. Ia menegaskan, bukan tidak boleh dimakan, tapi porsinya yang harus sangat diperhatikan.

"Jadi, bukan tidak boleh tapi asupannya harus dibatasi. Jangan karena sate kambingnya enak, lalu kita makannya kalap atau berlebihan. Itu yang berisiko darah tinggi," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Erni juga sempat menjawab perihal mitos terkenal makan daging kambing dilanjut dengan durian bisa menyebabkan kematian akibat darah tinggi. Ia menerangkan, pada prinsipnya daging kambing tidak ada hubungannya dengan darah tinggi, tapi akan beda cerita jika memang konsumsinya berlebihan yang akan memberikan dampak tak baik pada tubuh.

"Jadi, sekarang usahakan untuk batasi jumlah yang dikonsumsi. Sewajarnya saja dan usahakan juga berhenti makan sebelum kenyang, karena itu yang lebih baik," tutup dr. Erni singkat. 

 BACA JUGA:6 Makanan yang Boleh Dimakan Penderita Darah Tinggi, Cokelat Termasuk!

BACA JUGA:10 Faktor Risiko Darah Tinggi Seperti yang Diidap Ki Joko Bodo, Ada Diabetes dan Genetik

1
2