Share

Januari 2023, Menkes akan Ukur Antibodi Masyarakat Pakai Survei Serologi

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 06 Desember 2022 14:48 WIB
$detail['images_title']
Menkes Budi, (Foto: MPI/ Kevi Laras)

MENTERI Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin merencanakan untuk kembali melaksanakan survei serologi pada Januari 2023.

Survei serologi ini, disebut sebagai langkah pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, untuk mengukur kadar antibodi (sistem kekebalan) masyarakat di Indonesia terhadap infeksi Covid-19.

Dengan pengukuran kadar antibodi masyarakat, sehingga bisa mengetahui, seberapa tinggi antibodi masyarakat yang telah divaksinasi Covid-19 dengan kelompok masyarakat yang belum divaksin.

“Rencananya nanti Januari 2023 deh kita cek lagi, karena kemarin kan bulan Juli ya, jadi 6 bulan sekali lah kita cek," kata Menkes Budi kepada wartawan di Gedung Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KemenPMK), Selasa (6/12/2022).

Tes survei serologi ini juga dikatakan sebagai upaya pembujtian, membuktikan kepada masyarakat luas bahwasanya vaksinasi Covid-19 memiliki manfaat untuk melindungi diri di tengah penyebaran Covid-19 yang masih terus berlangsung sampai saat ini.

Survei serologi yang dilakukan setiap per-enam bulan sekali ini, sejauh ini sudah dilakukan oleh Kemenkes sebanyak yang dilakukan bersama Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes dan Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI.

Follow Berita Okezone di Google News

Berdasarkan survei serologi ke-3 terakhir pada Agustus 2022, dikatakan peneliti dari FKMUI Iwan Ariawan, menunjukkan adanya peningkatan proporsi penduduk yang mempunyai antibodi SARS-CoV-2, yakni dari 87,8 persen pada Desember 2021 naik jadi 98,5 persen pada Juli 2022.

"Kadar antibodi penduduk Indonesia meningkat lebih dari 4 kali lipat. Median kadarnya meningkat dari 444 unit per mililiter menjadi 2.097 unit per mililiter,” tutur Iwan dalam Sehat Negeriku laman Kemenkes

Sebagai informasi, rencana survei serologi ketiga ini dilakukan di 100 Kabupaten/Kota terpilih yang tersebar di 34 Provinsi. Metode survei menggunakan kuesioner, pengambilan darah, kemudian pemeriksaan ada tidaknya antibodi SARS-CoV-2 dan kadarnya, dan pemeriksaan dilakukan di BKPK dan jejaring laboratoriumnya.

 BACA JUGA:Menkes Budi: Puncak Gelombang Covid-19 Sudah Tiba!

BACA JUGA:Heboh! Ilmuwan Sebut Covid-19 Bocor dari Laboratorium di Wuhan

1
2