Share

Dokter Reisa Imbau Masyarakat Tak Perlu Ragukan Manfaat Vaksin Booster

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 06 Desember 2022 13:25 WIB
$detail['images_title']
Vaksinasi Covid-19, (Foto: Dok/ Okezone)

PEMERINTAH saat ini masih terus menggenjot cakupan vaksinasi booster Covid-19 yang masih rendah secara nasional, sekaligus menggiatkan vaksinasi booster dosis dua (suntikan keempat) bagi kelompok lansia.

Tak ditampik, masih rendahnya cakupan vaksinasi booster secara nasional ini, tak terlepas dari minat masyarakat yang rendah. Sebagian masyarakat di luaran mungkin masih ada yang mempertanyakan apa sebetulnya manfaat dari mendapatkan vaksinasi booster, dan kenapa masih bisa terinfeksi walau sudah vaksinasi Covid-19?

Mendengar hal ini, Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro menyerukan bahwa masyarakat jangan mempercayai kabar palsu atau hoaks, yang meragukan khasiat dari vaksinasi Covid-19.

Ia memaparkan, manfaat vaksinasi bisa terlihat dari data Kementerian Kesehatan RI, menunjukkan pasien positif Covid-19 yang mengalami keparahan hingga harus dirawat di rumah sakit atau bahkan sampai meninggal dunia, didominasi oleh orang-orang yang belum divaksin primer atau pun booster.

"Bagi mereka yang sudah divaksinasi akan risiko mengalami perburukan dan kematian lebih rendah. Tetap ada dampak positifnya, tapi negatif kalau termakan hoaks tentang vaksin,” ujar dr. Reisa, dikutip dari akun Instagram @radiokesehatan, Selasa (6/12/2022).

BACA JUGA:Varian BA.5 Terus Naik Jelang Nataru, Ahli Imunologi: Wajib Prokes dan Genjot Booster Dosis 2 untuk Lansia

Follow Berita Okezone di Google News

“Faktanya, kalau dirawat di rumah sakit ada gejala sedang dan berat, (itu) mereka yang belum divaksin atau pun dibooster," imbuhnya lagi.

Hal ini senada dengan penyataan Juru Bicara Kemenkes RI, dr. Mohammad Syahril yang menjelaskan ada dua faktor penyebab kematian di tengah pandemi Covid-19. Pertama karena kelompok lansia belum divaksin dan adanya penyakit penyerta, bawaan dari pasien itu sendiri.

“Yang menyebabkan kematian itu karena, satu adalah risiko tinggi dan yang kedua adalah komorbid," ujar dr. Syahril dikutip dari kanal YouTube Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan data sejak 4 Oktober sampai 21 November 2022, pasien positif Covid-19 yang masuk rumah sakit dengan gejala ringan, berat dan kritis, terlihat memang didominasi kelompok lansia, dengan status belum melakukan vaksinasi Covid-19, berikut rinciannya;

1. Usia 60 tahun lebih: 51 persen belum divaksin, 7 persen dosis 1, 24 persen dosis 2, 18 persen sudah booster.

2. 50 sampai 60 tahun: 41 persen belum vaksin, 9 persen vaksin dosis 1, 29 persen vaksin dosis 2, dan 21 persen sudah booster.

3. 16 sampai 49 tahun: 38 persen belum vaksin, 11 persen vaksin dosis 1, 33 persen vaksin dosis 2 dan 18 persen sudah booster.

4. 0 sampai 18 tahun: 72 persen belum vaksin, dan 21 vaksin dosis 2.

1
2