Share

Heboh! Ilmuwan Sebut Covid-19 Bocor dari Laboratorium di Wuhan

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 06 Desember 2022 11:07 WIB
$detail['images_title']
Institut Virologi Wuhan, (Foto: Reuters)

SEORANG ilmuwan bernama Dr. Andrew Huff ramai diberitakan terkait klaimnya tentang kebocoran virus penyebab Covid-19, SARS-CoV-2.

Ilmuwan yang bekerja sama dengan laboratorium Wuhan tersebut, mengklaim bahwasanya sebetulnya Covid-19 itu adalah hasil rekaya genetik dan memang bocor dari lab tersebut. Wuhan Institute of Virology, laboratorium dengan keamanan tinggi yang spesialisasi untuk virus corona.

Hal ini ia kemukakan melalui buku barunya, The Truth About Wuhan. Dalam bukunya, Dr. Andrew mengatakan pandemi Covid-19 ini adalah hasil dari pendanaan pemerintah AS untuk rekayasa genetika virus corona yang berbahaya di China.

Ahli epidemiologi itu mengatakan eksperimen peningkatan fungsi China, dilakukan dengan tingkat keamanan hayati yang buruk. Akhirnya menyebabkan kebocoran laboratorium di Institut Virologi Wuhan yang didanai negeri Paman Sam tersebut.

"Aliansi EcoHealth dan laboratorium asing tidak punya langkah-langkah kontrol yang memadai untuk memastikan biosafety, biosecurity, dan manajemen risiko yang tepat. Pada akhirnya mengakibatkan kebocoran laboratorium di Institut Virologi Wuhan," kata Dr. Andrew dalam bukunya, dikutip dari The Sun, Selasa (6/12/2022).

EcoHealth Alliance sendiri merupakan tempat Dr. Andrew bekerja sejak 2014 hingga 2016 sebagai ilmuwan pemerintah AS, dan bahkan pada 2015 ia sempat menjabat sebagai wakil presiden, diketahui mempelajari berbagai virus corona pada kelelawar selama lebih dari sepuluh tahun dengan dana dari National Institutes of Health dan mengembangkan hubungan kerjasama erat dengan laboratorium Wuhan.

Follow Berita Okezone di Google News

Dokter Andrew menambahkan, EcoHealth Alliance lah yang mengajarkan laboratorium Wuhan "metode terbaik yang ada untuk merekayasa virus corona kelelawar untuk menyerang spesies lain" selama bertahun-tahun.

“Sejak hari pertama, China tahu kalau ini agen rekayasa genetika. Saya takut dengan apa yang saya lihat. Kami pada dasarnya memberi mereka (China) teknologi bioweapon dengan transfer bioteknologi berbahaya,” sambungnya.

Disebutkan, meski bukti adanya kebocoran dari laboratorium telah banyak ditemukan oleh para ilmuwan, peneliti, dan pihak lainnya selama dua tahun terakhir ini. Namun sejauh ini, baik China dan pihak laboratorium Wuhan sendiri diketahui membantah tuduhan apa pun yang menyebutkan kalau virus penyebab Covid-19 bocor dan menyebar dari lokasi tersebut.

Sebagai informasi, selama ini sudah cukup ramai mencuat isu ke publik, bahwa memang virus penyebab Covid-19 bocor dari laboratorium Wuhan. Banyak ahli menilai, hal ini bisa terjadi misalnya melalui peneliti yang terinfeksi, pembuangan limbah yang tak tepat, atau potensi pelanggaran keamanan di lokasi.

Dalam bukunya, pakar penyakit menular itu juga mengklaim bahwa keserakahan ilmuwan-ilmuwan ini telah membunuh jutaan orang secara global dengan Covid-19 dan bahkan mengklaim bahwa pemerintah AS menutupinya.

"Tidak ada yang perlu kaget kalau orang China berbohong tentang wabah SARS-CoV-2 dan kemudian berusaha keras untuk membuatnya tampak seolah-olah penyakit itu muncul secara alami. Bagian yang mengejutkan dari semua ini, adalah bagaimana pemerintah membohongi kita semua, “ pungkas Dr. Andrew singkat.

BACA JUGA:Ada Gerakan Gaungkan Kampanye 10 Jari untuk Kanker Ovarium, Apa Itu?

BACA JUGA:Liburan Nataru Ciptakan Kerumunan, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Prokes dan Vaksin Covid-19!

1
3