Share

Kemenkes: 2027 Ditargetkan Semua Provinsi Bisa Bedah Jantung Terbuka dan Pasang Ring

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 03 Desember 2022 14:00 WIB
$detail['images_title']
Bedah jantung terbuka, (Foto: Kemenkes RI)

SEIRING dengan menjadi salah satu dari tiga penyakit yang paling membebani pembiayaan BPJS Kesehatan. Penyakit jantung juga hadir sebagai penyakit dengan tingkat kematian yang cukup tinggi di Indonesia.

Berdasarkan data estimasi, kasus kardiovaskular di Indonesia sebanyak 2.784.064 kasus, sedangkan jumlah kematian ditemukan 15 dari 1000 orang. Kelompok penyakit ini juga menjadi beban pembiayaan yang besar (penyakit katastropik).

Melihat kondisi nyata di lapangan, Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menargetkan untuk melalukan transformasi kesehatan dengan akan menghadirkan layanan intervensi non bedah dan bedah jantung terbuka di setiap provinsi di Indonesia.

Ia menargetkan di tahun 2027, seluruh Provinsi di Tanah Air sudah bisa melakukan prosedur bedah jantung terbuka

“Kita targetkan bedah jantung terbuka ini dapat dilakukan di semua provinsi di Indonesia akan bisa melakukan bedah jantung terbuka pada tahun 2027,” kata Prof. Dante dikutip dari laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan,  Sabtu (3/12/2022).

Sedangkan sekitar satu tahun ke depan, atau 2024 setidaknya sudah setengah dari rumah sakit level Kota/Kabupaten ditargetkan bisa melakukan operasi bedah pasang ring untuk penyelamatan pasien jantung.

Follow Berita Okezone di Google News

“Sedangkan pada tahun 2024, kira-kira 50 persen rumah sakit di level Kota/ Kabupaten bisa melakukan pemasangan ring, ” kata Prof Dante dalam Sehat Negeriku laman Kemenkes, Sabtu (3/12/2022).

Menurutnya, target ini jadi salah satu langkah nyata dair transformasi layanan kesehatan rujukan, yang diusung Kemenkes, bertujuan untuk mengurangi beban pembiayaan kesehatan dan mengurangi antrian penanganan penyakit jantung serta sekaligus memberikan kemudahan akses masyarakat kepada pelayanan kesehatan karena selama ini, pasien bahkan harus mengantri lama sampai satu tahun lamanya untuk bisa mendapatkan layanan operasi bedah pemasangan ring.

"Salah satu yang menjadi kendala, dalam upaya untuk menekan angka kematian jantung adalah tindakan intervensi yang masih sangat terbatas. Pasien harus menunggu waktu layanan setahun tuntuk dipasang ring kalau dikerjakan hanya di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta, ” jelasnya panjang lebar.

Di tengah target yang ingin dicapai, diketahui saat ini Rumah Sakit Umum Pusat Dr. J. Leimema di Ambon, sukses melaksanakan tindakan intervensi non bedah (PCI) jantung yang pertama di Provinsi Maluku.

Secara lingkup nasional, Maluku merupakan Provinsi ke -28 yang melakukan tindakan intervensi non bedah, dengan pemasangan stent pada penyakit jantung koroner. Selanjutnya, ada lima provinsi lain yang ditargetkan menyusul untuk dapat melakukan pemasangan ring jantung yaitu Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Maluku Utara, dan Sulawesi Barat.

 BACA JUGA:Waduh, Penyakit Jantung Jadi Penyakit Paling Menggerus Biaya Cover BPJS!

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.