Share

Apa Benar Kebanyakan Makan Daging Bisa Sebabkan Kanker Usus?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2022 13:02 WIB
$detail['images_title']
Steak jangan terlalu banyak dikonsumsi (Foto: Chicago steak)

KANKER usus ternyata masuk peringkat keempat tertinggi jumlah penderitanya di Indonesia. Lebih dari 34 ribu kasus baru sepanjang tahun 2020 di tanah air. Kanker yang menyerang usus besar ini juga cukup mematikan.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP mengatakan, banyak faktor risiko penyebab kanker usus besar. Salah satunya adalah daging merah. Hal itu karena daging merah yang dipanaskan dengan suhu tinggi bisa menjadi zat karsinogen.

 daging

"Daging merah kalau dipanaskan dengan suhu tinggi terutama di grill dapat mengubah sel yang memicu sel kanker," ujar Prof Aru Wisaksono Sudoyo dalam Webinar belum lama ini.

Prof Aru pun mengungkap, mitos di tengah masyarakat mengenai makan makanan yang dibakar bisa menyebabkan kanker. Menurut Prof Aru hal itu salah dan perlu diluruskan.

"Bukan bakar-bakarannya yang bikin kanker, bukan gosongnya itu, tapi kalau yang dibakar itu daging merah. Kalau sate ayam, sate kulit ayam, ikan bakar, mau dibakar sampai gosong, sampai item itu nggak bikin kanker. Itemnya itu hanya karbon, tapi kalau daging merah kemungkinan (menyebabkan kanker)," paparnya.

 BACA JUGA:Keempat Terbanyak di Indonesia, Kenapa Kasus Kanker Kolorektal Tinggi?

Menurutnya gaya hidup kebarat-baratan membuat porsi makan jadi tidak teratur. Misalnya saja zaman dahulu makan daging 150 gram bisa untuk keluarga. Kalau sekarang steak daging ada yang ukurannya 250 gram hingga 500 gram. Sehingga yang perlu diperhatikan adalah jumlah mengonsumsinya.

Follow Berita Okezone di Google News

"Kita tidak perlu menyalahkan daging merah kecuali makannya terlalu banyak. Dalam tubuh kita ini sedang terjadi yang dapat menjadi kanker. Kenapa kita nggak kena kanker? Karena punya sistem keseimbangan, kita punya sistem montir, kemampuan tubuh kita buat merepair itulah yang seringkali terganggu akibat gaya hidup. Kembali lagi ke masalah keseimbangan. Kalau mau makan daging ya harus diolah dengan baik," paparnya.

Prof Aru menjelaskan hal lain yang berbahaya selain daging merah adalah daging yang diproses, seperti sosis dan lain sebagainya.

"Daging proses itu bisa disimpan berbulan-bulan nggak mungkin tanpa adanya pengawet. Pengawet itu biasanya mengandung karsinogen penyebab kanker," pungkasnya.

1
2