Share

Apa Itu Fentanil, Obat yang Tewaskan Banyak Tunawisma di Jalanan

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2022 11:40 WIB
$detail['images_title']
Fentanil bikin kecanduan (Foto: NBC news)

DI jalanan Kota Los Angeles, AS, banyak tunawisma yang sakaw akibat konsumsi fentanail. Salah satunya Ryan Smith tampak mengalami kejang-kejang akibat sakau.

Smith sendiri merupakan seorang pecandu fentanil. Temannya sesama pecandu, juga tunawisma Brandice Josey lalu meniupkan asap fentanil ke arah Smith untuk menolongnya, untuk mengatasi masalahnya.

 pencandu fentanil

Dikutip dari VOA, Smith, yang mengenakan kaos kuning kotor bertuliskan "Good Vibes Only," bersandar di ranselnya dan tertidur sepanjang sore di aspal. Ia bahkan tidak terganggu oleh bau busuk makanan dan kotoran manusia yang menyebar ke udara.

Bagi banyak orang yang menggunakan obat tersebut, tidur yang diikuti oleh sakau akan fentanil bersifat permanen. Obat yang sangat adiktif dan berpotensi mematikan tersebut telah menjadi momok di seluruh Amerika Serikat dan berdampak pada semakin banyak orang yang hidup di jalanan Los Angeles.

Hampir 2.000 tunawisma meninggal di Los Angeles dari April 2020 hingga Maret 2021, meningkat 56 persen dari tahun sebelumnya, menurut laporan yang dirilis oleh Departemen Kesehatan Masyarakat Los Angeles County. Overdosis menjadi penyebab utama kematian yang menewaskan lebih dari 700 orang.

Lalu apa itu Fentanil?

Obat Fentanil sendiri sebenarnya dikembangkan untuk mengobati rasa sakit yang hebat akibat penyakit seperti kanker.

Penggunaan fentanil, sebuah opioid sintetik kuat yang murah untuk diproduksi dan sering dijual apa adanya atau dicampur dengan obat lain, telah meledak.

 BACA JUGA:Obat Fentanil Kembali Makan Korban, Tewaskan Balita 21 Bulan

Karena 50 kali lebih kuat dari heroin, penggunaan fentanil dalam dosis kecil pun dapat berakibat fatal.

Follow Berita Okezone di Google News

Bahkan Fentanil dengan cepat menjadi obat paling mematikan di AS, menurut Badan Penegakan Narkotika AS. Dua pertiga dari 107.000 kematian akibat overdosis pada tahun 2021 disebabkan oleh opioid sintetik seperti fentanil, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Korban akibat ketergantungan terhadap obat-obatan tersebut menyebar jauh melampaui jalanan.

1
2