Share

Menkes Budi Sebut 3 Penyakit Ini Paling Jadi Beban BPJS Kesehatan

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2022 11:40 WIB
$detail['images_title']
Menkes Budi, (Foto: tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

SAKIT memang mahal, ungkapan klasik ini tampak memang benar adanya. Seiring dengan laporan yang baru saja dibeberkan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin terkait biaya layanan kesehatan di Indonesia terhubung pelayanan BPJS Kesehatan.

Menkes Budi, dengang gamblang menyebut ada tiga penyakit yang paling menjadi beban pembiayaan untuk layanan kesehatan BPJS, yakni stroke, jantung dan kanker.

“Penyakit-penyakit yang burden of the disease-nya, yang menyebabkan kematian dan biaya paling tinggi yaitu stroke, jantung dan kanker,” ucap Menkes Budi, dalam Konferensi Pers disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Jumat (2/12/2022).

Paling menguras pembiayaan alias bikin tekor negara dan juga paling banyak menyebabkan kematian. Maka dari itu, Menkes menjelaskan ia tengah memprogramkan untuk melakukan restrukturisasi di rumah sakit yang bertujuan agar bisa meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

"Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat, Nanti kita akan kerjasama dengan Pemda, TNI dan polri agar anggarannya pun disinergikan," sambungnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Dalam kesempatan itu, beliau juga mengatakan restrukturisasi rumah sakit sendiri memang sudah masuk jadi bagian dari 6 fokus Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI saat ini, yang berfokusnya bukan lagi pada penanganan pandemi, tapi ke kualitas pelayanan kesehatan.

Maka dari itu, Kemenkes akan memberikan alokasi anggaran yang cukup untuk revitalisasi fasilitas kesehatan hingga program yang bersifat promotif preventif. Mengedepankan pencegahan, agar tak banyak masyarakat yang jatuh sakit, bukan mengobati banyak orang yang sudah terlanjur sakit.

"Fokusnya adalah pelayanan primer nomor satu. Jadi kita akan melakukan alokasi anggaran yang cukup untuk revitalisasi puskesmas, posyandu, kemudian program-program yang sifatnya promotif preventif. Salah satu prioritas kita, menjaga agar masyarakat tetap sehat, bukan mengobati orang sakit," pungkas Menkes Budi.

 BACA JUGA:6 Prioritas Menkes Benahi Pelayanan Kesehatan Indonesia Pasca-Pandemi

BACA JUGA:Kasus HIV Didominasi Usia Produktif, Kemenkes: Jaga Diri dari Seks Bebas dan Narkoba!

1
2