Share

Ini Penyebab Ibu Hamil dengan HIV Kadang Menghentikan Pengobatan

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2022 13:33 WIB
$detail['images_title']
Ibu hamil dengan HIV (Foto: Hindustan times)

HARI AIDS Sedunia jatuh pada hari ini, 1 Desember 2022. Peringatan ini menjadi kesempatan bagi orang-orang di seluruh dunia untuk bersatu melawan HIV.

Dari sekian banyak negara, Afrika Selatan telah membuat langkah besar dalam perang melawan HIV. Salah satu intervensi andalan negara ini adalah pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PMTCT).

 Hari Aids Sedunia

Meski begitu, Afrika Selatan masih memiliki epidemi HIV terbesar di dunia. Diperkirakan 7,5 juta orang di negara ini mengidap HIV. Wanita usia subur menyumbang lebih dari separuh jumlah ini, yakni sebanyak 4,8 juta orang.

Pencegahana penularan HIV dari ibu ke anak lantas mengharuskan ibu hamil untuk memakai terapi antiretroviral (ART) seumur hidup untuk mencegah penularan virus lebih lanjut ke bayi mereka selama kehamilan, kelahiran atau menyusui.

Namun, salah satu tantangannya adalah ketika mereka harus menghadapi berbagai hambatan dalam menjalani pengobatan. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor para ibu hamil penderita HIV akhirnya harus menghentikan penggunaan ART secara rutin.

Penghentian pengobatan dapat terjadi karena berbagai sebab. Mulai dari mobilitas, efek samping, stigma, pengungkapan dan tidak bisa mendapatkan hak cuti untuk mengunjungi klinik. Padahal, penghentian pengobatan dapat menyebabkan risiko penularan HIV, dan hasil kesehatan yang lebih buruk bagi ibu dan bayi.

Kendala ini sempat dialami oleh para ibu hamil ketika rejimen pengobatan selama pandemi Covid-19 sedang digencarkan. Risiko ini disorot pada Maret 2020 ketika pemerintah Afrika Selatan memberlakukan penguncian untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

 BACA JUGA: Hari AIDS Sedunia, Apakah HIV Bisa Menular Lewat Sentuhan Fisik?

Penelitian menunjukkan bahwa “lockdown” yang dilakukan secara signifikan ini akhirnya sangat berdampak pada pengobatan HIV ibu hamil di Afrika Selatan, sehingga mengurangi akses dan penyediaan layanan pengobatan antiretroviral. Salah satunya, dampak terbesar terjadi di 65 klinik perawatan primer Afrika Selatan.

Follow Berita Okezone di Google News

Untuk memahami dampak lockdown, sebuah penelitian terhadap 40 ibu hamil positif HIV di sebuah rumah sakit umum di Johannesburg lantas dilakukan. Tujuannya adalah untuk mengetahui apa pengalaman mereka selama lockdown Covid-19.

Dari penelitian tersebut ditemukan, bahwa semua mengalami masalah serius dalam mengakses dan mematuhi pengobatan. Mereka juga kurang informasi tentang pentingnya mempertahankan rezim pengobatan.

Tantangan berbeda juga dialami para ibu hamil saat bepergian alias yang melintasi batas negara. Mereka harus menghadapi tantangan terbesar salah satunya penutupan perbatasan dan birokrasi dalam mengakses layanan kesehatan.

Bagi beberapa migran internal (bergerak di dalam negeri) tantangan terbesar adalah ketakutan terinfeksi Covid-19, yang membuat mereka jauh dari fasilitas kesehatan.

1
2