Share

Kasus HIV Didominasi Usia Produktif, Kemenkes: Jaga Diri dari Seks Bebas dan Narkoba!

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2022 15:50 WIB
$detail['images_title']
HIV, (Foto: Reuters)

KASUS HIV di Indonesia begitu erat hubungannya dengan generasi muda. Pasalnya, data Kementerian Kesehatan RI mencatat kasus HIV di Indonesia didominasi oleh generasi muda, yang masuk kategoriu usia produktif yaitu 19 sampai 59 tahun.

Melihat fakta di lapangan, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti perihal perilaku hubungan seksual secara bebas hingga pemakaian narkoba, salah satu faktor penyebab penularan HIV di kalangan terutama mahasiswa.

“Bagi para remaja terutama mahasiswa, jadilah agen perubahan. Menjaga diri jangan lakukan pergaulan bebas terutama seks bebas, untuk narkotika ada komitmen diri sendiri untuk menolak," ucap dr. Maxi dalam Acara Puncak HAS, Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS di Jakarta, Kamis (1/12/2022)

Penularan HIV sendiri, memang bisa terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI. HIV tidak menular melalui udara, air, keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, atau sentuhan fisik.

Sebagai salah satu cara pencegahan, bukan hanya menjaga diri masing-masing. Namun juga pentingnya edukasi dan sosialisasi dini kepada generasi muda, dimulai di usia sekolah.

Follow Berita Okezone di Google News

“Kesiapan tentang kesehatan produksi , sedini mungkin diberikan ke anak-anak dalam hal ini peran dari Kemendikbud, melakukan edukasi pada anak-anak sekolah," sambung dr. Maxi

"Lalu di kelompok agama dari anak remaja mesjid dan gereja melakukan sosialisasi dan edukasi, terkait kesehatan reproduksi karena awalnya masuk dari sistem reproduksi," pungkasnya. 

HIV sendiri memang masih terus menjadi momok di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI sendiri menargetkan bisa mengakhiri endemi HIV pada tahun 2030.

Salah satunya dengan melakukan upaya penanggulangan HIV-AIDS dengan menempuh jalur cepat 95-95-95, artinya mencapai target indikator 95 persen estimasi Orang Dengan HIV (ODHIV) diketahui status HIV-nya, 95 persen ODHIV diobati dan 95 persen ODHIV yang diobati mengalami supresi virus.

 BACA JUGA:Tekan Laju Kasus HIV pada Anak, Kemenkes: Skrining Penting Bagi Ibu Hamil

BACA JUGA:Pengidap Lebih Berisiko 51 Persen Terinfeksi, Dokter: HIV Bukan Halangan Divaksin Covid-19

1
2