Share

Tekan Laju Kasus HIV pada Anak, Kemenkes: Skrining Penting Bagi Ibu Hamil

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2022 13:43 WIB
$detail['images_title']
Hari AIDS sedunia (Foto:Medline plus)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan, setiap ibu hamil perlu melakukan skrining (tes kesehatan) untuk HIV. Hal ini untuk mendeteksi dini, agar tidak menurunkan kepada anak-anaknya.

Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu bahwa kasus HIV pada anak, tercipta karena adanya penularan secara vertikal dari ibu. Sehingga ia, mendorong agar para ibu, bisa melakukan deteksi dini sebelum mengandung.

 ibu hamil

"Kalau dilihat dari penyebab kalau masih ada, usia anak muda terinfeksi HIV dan terutama anak-anak. Artinya itu penularan secara vertikal, masih jalan dari ibu hamil," kata dr Maxi dalam Acara Puncak HAS, Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS di Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Faktanya, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan bahwa didominasi oleh mereka yang berusia 19-59 tahun. Hal tersebut disampaikan oleh Direktorat Promkes dan PM Kementerian Kesehatan, Dra. Herawati, MA.

"Penyakit AIDS pada usia produktif sih 19 sampai 59 tahun yang masih bekerja, di kalangan usia produktif. Untuk penularannya dari ibu hamil ke anak, maka harus diedukasi, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para catin (calon pengantin), kalau sehat itu ada sertifikatnya dan bisa lanjut untuk menikah dan memperkecil penularan,” terang Dra. Herawati di The Dharmawangsa Hotel, Selasa (29/11/2022).

 BACA JUGA: Hari AIDS Sedunia, Apakah HIV Bisa Menular Lewat Sentuhan Fisik?

Menurut dr Maxi edukasi pada anak bisa dimulai saat usia belajar di Sekolah. Dengan mengedukasi dari fungsi sistem reproduksi dan memahami virus human immunodeficiency (HIV).

Follow Berita Okezone di Google News

Kendati demikian, ia mengatakan perlu adanya kolaborasi dan dukungan dari segala pihak seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta kelompok-kelompok masyarakat dan lainnya. Untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap anak-anak sejak dini.

"Tadi disampaikan kesiapan tentang kesehatan produksi sedini mungkin, diberikan ke anak-anak dalam hal ini peran dari Kemendikbud. Agar bisa melakukan bagaimana melakukan edukasi pada anak-anak sekolah, kemudian dikelompok agama dari anak remaja mesjid dan gereja melakukan sosialisasi dan edukasi, terkait kesehatan reproduksi karena awalnya masuk dari sistem reproduksi," jelas dr Maxi

Perlu diketahui, penularan HIV bisa terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI. HIV tidak menular melalui udara, air, keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, atau sentuhan fisik.

1
2