Share

Pengidap Lebih Berisiko 51 Persen Terinfeksi, Dokter: HIV Bukan Halangan Divaksin Covid-19

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2022 13:14 WIB
$detail['images_title']
Pengidap HIV harus divaksin Covid-19, (Foto: Freepik)

SAMA halnya dengan kelompok lansia dan orang dengan komorbid, pengidap HIV direkomendasikan untuk segera mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Hal ini bertujuan agar para pengidap HIV bisa mendapatkan perlindungan lebih, karena kondisi kesehatan tubuh yang cenderung lemah. Pasalnya, orang yang positif terinfeksi virus human immunodeficiency (HIV), kondisi tubuhnya bisa melemah karena virus merusak sistem kekebalan tubuh.

Dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4, tentunya ini meningkatkan risiko mengalami perburukan dan kematian.

Ketua 2 Perhimpunan Dokter Peduli AIDS (PDPAI), DR. dr. Evy Yunihastuti, SpPD menegaskan, HIV justru tak menjadi hambatan pengidapnya untuk divaksin Covid-19.

"HIV bukan merupakan penghalang penggunan vaksin Covid-19. Sehingga, mereka tetap bisa melakukan vaksinasi untuk memberikan perlindungan," kata dr. Evy Yunihastuti, SpPD dalam Media Briefing baru-baru ini.

Follow Berita Okezone di Google News

Ia tak menampik, bahkan sampai saat ini memang masih ada sekitar 3 persen pengidap HIV yang tidak ingin divaksinasi Covid-19. Dokter Evy mengimbau pengidap HIV mau melakukan vaksinasi Covid-19, mengingat kondisi saat ini yang sedang banyak varian yang bermunculan. Sehingga harus tetap waspada dan melindungi diri semaksimal mungkin.

"Sebanyak 75, 5 persen ingin divaksin, dan 3, 8 persen tidak ingin divaksin. Persepsi mendapatkan perlindungan vaksin merupakan faktor yang dapat meningkatkan intensi Covid-19. Saat ini vaksin Covid-19 tetap harus digiatkan pada ODHIV," jelasnya lagi.

Vaksinasi Covid-19 menjadi sangat penting bagi orang yang hidup dengan HIV. Pasalnya, secara medis, orang positif HIV lebih berisiko sekitar 51 persen terinfeksi Covid-19 loh!

"Faktanya, dari penelitian orang dengan HIV lebih berisiko berat terkena Covid-19 sekitar 51 persen atau disebutkan minimal 1,3 kali lebih berisiko, dibandingkan dari orang non HIV,” pungkas dr. Evy

 BACA JUGA:Hari AIDS Sedunia, Bandung Masih Jadi Kota yang Tinggi Kasus HIV!

BACA JUGA:Hari AIDS Sedunia 2022 Usung Tema Equalize, Ini Makna dan Sejarahnya

1
2