Share

Apa Benar Wanita Kerap Pura-Pura Orgasme Demi Puaskan Pasangan?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2022 02:10 WIB
$detail['images_title']
Wanita orgasme (Foto: Astroglide)

ENAKNYA dalam berhubungan seks dipengaruhi oleh kedua belah pihak. Baik wanita maupun pria, memiliki peran masing-masing agar kegiatan seks berjalan dengan normal. Namun, masih banyak pasangan yang memiliki masalah berhubungan seks.

Seksolog Kondang, dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS, mengungkapkan, masalah seks yang kerap terjadi dan banyak ditemukan yakni mulai dari masalah disfungsi ereksi, kehilangan gairah, hingga sulit orgasme yang banyak dialami wanita.

 hubungan seks

“Kasus yang cukup banyak itu, kalau pada pria biasanya disfungsi ereksi, kalau perempuan biasanya kehilangan gairah pada pasangannya, sama juga susah orgasme,” ujar dr. Boyke, dilansir dari kanal Youtube Vindes.

Ya, faktanya, menurut sebuah studi, 2 dari 3 wanita di Indonesia kerap memiliki masalah kesulitan orgasme saat berhubungan seks. Dibanding pria, bisa dibilang wanita lebih sulit orgasme atau mencapai puncak kenikmatan saat berhubungan seks.

Alih-alih mendapatkan kepuasan, lanjut dr. Boyke, pada kebanyakan kasus wanita justru lebih memilih melakukan ‘fake orgasm’ atau orgasme palsu yang dilakukan untuk memuaskan atau tidak mengecewakan pasangan.

Padahal, menurut dr. Boyke, wanita atau pasangan yang tidak merasakan orgasme berarti tidak menikmati hubungan seks, dan bahkan masuk dalam kategori kekerasan seksual.

“Kalau susah orgasme tuh kita ya harus ngajarin. Karena orang-orang Indonesia tuh nggak mau diajarin mana titik erogen. Mainnya langsung tancep. Akhirnya kan si wanita ngerasa seperti kekerasan,” tuturnya.

 BACA JUGA: Resesi Seks di Asia Timur Jadi Sorotan, Salah Satu Penyebabnya Enakan Masturbasi!

“Sebenarnya itu menurut saya kekerasan seks juga karena dia tidak menikmati apa-apa dan akhirnya untuk menyenangkan si suami mereka fake orgasm,” lanjutnya.

Follow Berita Okezone di Google News

dr. Boyke pun juga menegaskan, bahwa pengetahuan dan literasi terkait sex education tak hanya diperuntukkan bagi wanita, namun juga pria agar bisa sama-sama memuaskan pasangan ketika berhubungan seks.

Pasalnya, dr.Boyke menilai, berhubungan seks bukan hanya sekedar membuat pasangan berhasil orgasme atau tidak. Namun, lebih kepada sama-sama menikmati proses berhubungan intim yang menyenangkan dan tanpa tekanan.

“Misalnya ya saya ngajak seminar seks ngundang laki, perempuan, ternyata umumnya yang dateng perempuan. Seakan-akan perempuan yang kebutuhan seks itu kan. Padahal kan laki-laki juga kan harusnya pinter,” tegasnya.

“Dan laki-laki tuh cuma mikirin kaya main bola. Lu dapet orgasme berapa kali? 3-2? Lu udah dapat 3 kali orgasme, gue 2 kali. Padahal kan seks bukan begitu. Seks itu lebih kepada menikmati suatu perjalanan. Sampai diakhiri dengan ejakulasi dan orgasme,” tambahnya.

1
2