Share

Apa Benar HIV Bisa Menular Lewat Sentuhan Fisik?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 30 November 2022 17:29 WIB
$detail['images_title']
Sentuhan fisik (Foto: Pixabay)

PENULARAN HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI. Oleh karena itu seks bebas tidak aman sangat berisiko terkena HIV.

Sedangkan HIV tidak menular melalui udara, air, keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, atau sentuhan fisik.

 sentuhan fisik

Namun hingga kini masih banyak asumsi keliru soal penularan virus HIV. Akibatnya banyak orang yang takut berdekatan dengan penderita HIV.

Salah satunya anggapan mengenai bahwa virus HIV bisa ditularkan dari mereka yang bertukar alat makan dan sentuhahn fisik seperti berpelukan. Tapi sebenarnya, benarkah demikian?

Dijelaskan oleh Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Pakar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban, anggapan penularan HIV bisa melalui alat makan dan berpelukan dengan pengidap HIV itu adalah asumsi yang salah.

 BACA JUGA:Apa Benar Penderita HIV Bisa Sembuh Total?

"Bersentuhan dan berpelukan tidak menularkan HIV juga? Iya, termasuk berbagi peralatan makan, mandi, gigitan nyamuk, batuk, bersin, keringat, itu semua tidak dapat menularkan HIV," jelas Prof. Zubairi dikutip dari akun Twitter resmi pribadinya, @ProfesorZubairi.

Follow Berita Okezone di Google News

Terkait isu penularan HIV disebut-sebut bisa ditularkan lewat gigitan nyamuk yang menggigit orang dengan HIV. Dokter yang juga merupakan Ketua Satgas Covid-19 IDI tersebut menerangkan, sebetulnya hal ini bukan isu baru dan ironisnya, banyak orang awam yang percaya akan hal itu.

Perlu diketahui, penularan lewat hubungan seksual beresiko tinggi menularkan virus HIV. Namun memang ada pasangan seksual penderita HIV yang tidak tertular virus HIV, mereka bisa disebut pasangan serodiskordant.

Melansir dari laman Yankes Kementerian Kesehatan, virus HIV menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit), mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia.

Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum tentu membutuhkan pengobatan.

1
2