Share

Apakah Penderita Polio Pasti Lumpuh?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 30 November 2022 16:58 WIB
$detail['images_title']
Anak terkena polio (Foto: Narayana health)

PERNAH menghilang sejak 2014, kini polio kembali muncul di Indonesia seiring dengan ditemukan stau kasus terkonfirmasi di Pidie, Aceh.

Satu kasus pertama yang ditemukan terjadi pada anak berusia 7 tahun. Menurut laporan Kementerian Kesehatan, pasien mengalami kelumpuhan yang kini masih sedang ditangani. Infeksi virusnya sendiri pun sedang diobati.

 kena polio

Kemudian, di sebuah desa yang sama juga ditemukan kasus positif virus polio di wilayah yang sama dengan kasus pertama, namun pasiennya tidak mengalami kelumpuhan.

Lalu apakah penderita polio pasti lumpuh?

Tidak semua pasien polio pasti lumpuh. Ditemukan kasus positif virus polio di wilayah yang sama dengan kasus pertama, namun pasiennya tidak mengalami kelumpuhan.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, salah satu faktor penyebab tidak lumpuhnya anak yang terkonfirmasi positif virus polio ternyata karena adanya riwayat imunisasi pada tubuh anak tersebut.

"Anaknya punya riwayat imunisasi polio. Jadi, dia memang positif virus polio, tapi tidak lumpuh,” jelas dr. Nadia.

Nadia menegaskan, selain saat ini tak lumpuh, anak kasus positif virus polio itu juga ke depannya tak akan mengalami kelumpuhan.

“Dan tidak akan lumpuh karena sudah divaksin polio," tegas dr. Nadia.

Perlu diketahui, menurut data Alodokter yang diterima MNC Portal, penyakit polio sendiri dibagi menjadi dua jenis dilihat dari karakter gejala yang muncul.

 BACA JUGA:Ternyata Obat Polio Belum Ada, Gimana Cara Mencegahnya?

"Berdasarkan gejalanya, terdapat dua jenis polio, yaitu polio yang tidak menyebabkan kelumpuhan (nonparalisis) dan polio yang menyebabkan kelumpuhan (paralisis)," ungkap laporan tersebut.

Follow Berita Okezone di Google News

Nah, seperti apa jelasnya kedua jenis polio tersebut? Pertama ada tipe Polio Nonparalisis, jenis polio yang tidak menyebabkan kelumpuhan dan gejala ini berlangsung selama 1 sampai 10 hari yang akan menghilang dengan sendirinya.

Gejala ketika terinfeksi, mulai dari demam, sakit kepala, radang tenggorokan, muntah, otot terasa lemah, kaku di bagian leher dan punggung, nyeri dan mati rasa di bagian lengan atau tungkai.

Sementara jenis yang kedua, ialah Polio Paralisis yang merupakan tipe polio yang berbahaya, karena menyebabkan kelumpuhan saraf tulang belakang dan otak secara permanen pada penderitanya.

Jenis ini punya gejala awal yang terjadi serupa dengan gejala polio nonparalisis, namun setelah sekira satu minggu, akan ada gejala lain yang mengikuti. Contohnya hilangnya refleks tubuh, ketegangan otot yang terasa nyeri, tungkai atau lengan terasa lemah.

1
2