Share

Awal Mula Kanker Kolorektal, Biasanya Muncul Polip di Usus atau Dubur!

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Rabu 30 November 2022 16:21 WIB
$detail['images_title']
Penderita kanker (Foto: Cleveland clinic)

KANKER usus besar merupakan salah satu jenis kanker yang sulit terdeteksi sehingga gejalanya kerap diabaikan. Kanker usus besar merupakan tumor ganas di usus besar yang ditandai dengan perubahan pola buang air besar secara terus-menerus.

Globocan 2020 mencatat bahwa hampir 12% kejadian baru kanker pada laki-laki dan hampir 6% kejadian baru kanker pada perempuan di Indonesia adalah kanker usus besar, yang juga dikenal dengan kanker kolorektal.

 pengobatan kanker

Kejadian kanker kolorektal menempati urutan ke-empat tertinggi di Indonesia dengan lebih dari 34 ribu kejadian baru sepanjang tahun 2020 di Indonesia.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo menjelaskan, kejadian kanker kolorektal terus meningkat dan kebanyakan pasien datang ke dokter saat kondisi sudah pada stadium tinggi.

“Sehingga merupakan hal penting bagi masyarakat untuk lebih memahami tentang faktor risiko dan gejala kanker kolorektal dan melakukan deteksi dini agar dapat terhindar dan atau sembuh dari kanker kolorektal,” ujar Prof. Aru Sudoyo, dalam webinar secara daring, Rabu, (30/11/2022).

Prof. Aru Sudoyo menyebut, terdapat banyak faktor risiko kanker kolorektal yang perlu diwaspadai. Tak hanya karena riwayat keluarga, namun juga kebiasaan diet rendah serat namun tinggi lemak.

Gejala lainnya yaitu termasuk pendarahan saat buang air besar, kelelahan, dan kelemahan, serta terpapar terhadap polusi udara dan air, khususnya zat karsinogen penyebab kanker.

“Jika faktor risiko kanker kolorektal tersebut merupakan pola hidup yang dijalankan, maka tes skrining diantaranya melalui kolonoskopi penting untuk dilakukan, khususnya bagi orang berusia di atas 50 tahun,” ungkapnya.

Prof. Aru Sudoyo lebih lanjut mengutarakan bahwa kanker kolorektal biasanya dimulai sebagai pertumbuhan seperti kancing di permukaan lapisan usus atau dubur yang disebut polip.

 BACA JUGA:Google Siap Hadirkan Solusi Deteksi Kanker dengan Teknologi AI

Saat kanker tumbuh, ia mulai menyerang dinding usus atau rektum. Kelenjar getah bening di dekatnya juga dapat diserang. Karena darah dari dinding usus dan sebagian besar rektum dibawa ke hati, kanker kolorektal dapat menyebar ke hati setelah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Karena itu, Prof. Aru Sudoyo mengingatkan tentang pentingnya kewaspadaan terhadap sindrom Lynch dan sindrom poliposis MUTYH. Sindrom Lynch sendiri berasal dari mutasi gen bawaan yang menyebabkan kanker kolorektal pada 70 hingga 80% orang dengan mutasi tersebut.

Orang dengan sindrom Lynch sering berkembang menjadi kanker kolorektal sebelum usia 50 tahun. Mereka juga berisiko lebih tinggi terkena kanker jenis lain, terutama kanker endometrium dan kanker ovarium, tetapi juga kanker perut dan kanker usus kecil, saluran empedu, ginjal, dan ureter.

Sindrom poliposis MUTYH adalah kelainan genetik langka yang jarang menyebabkan kanker kolorektal. Hal ini disebabkan oleh mutasi genetik dari gen MUTYH. Lebih dari 50% orang yang memiliki sindrom ini mengembangkan kanker kolorektal mulai usia 60-an.

Mereka juga berisiko lebih tinggi terkena kanker jenis lain, seperti kanker saluran pencernaan dan tulang lainnya, dan juga kanker ovarium, kandung kemih, tiroid, dan kulit.

1
2