Share

Ini Pola Makan Sehat Pasca-Stroke, Kondisi yang Sempat Dialami Ayah Ben Kasyafani

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 30 November 2022 13:40 WIB
$detail['images_title']
pola makan baik penting untuk pemulihan pasca stroke, (Foto: Freepik)

AYAHANDA Ben Kasyafani, Ashar Budiman diketahui baru saja meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro,Tangerang Selatan, pada Selasa 29 November 2022 sekitar pukul 20.25 WIB.

Almarhum menghembuskan nafas terakhir usai berjuang melawan penyakit gagal ginjal, yang diketahui sudah diidapnya selama satu tahun terakhir.

"Beliau berpulang karena setahun terakhir ini mengidap gagal ginjal. Sejak setahun terakhir memang sudah proses cuci darah seminggu tiga kali,"ungkap Ben Kasyafani saat dijumpai di rumah duka di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (30/11/2022).

Bukan hanya gagal ginjal, Ben menambahkan, ayah tercintanya itu beberapa hari terakhir sebelum berpulang, sempat terserang mengalami stroke.

"Persis setahun ini kondisinya sudah mulai melemah, bapak sudah lelah menjalani proses treatmentnya. Terakhir mulai resistensi sama tensi, dan akhirnya stroke, pendarahan di otak," papar Ben.

Orang yang mengalami stroke memang butuh penyesuaian gaya hidup, salah satu yang utama ialah pola makan yang baik dan sehat. Mengapa? Karena makan dengan baik setelah stroke adalah kunci untuk pemulihan.

Dengan memilih makanan sehat bisa membantu mengontrol tekanan darah, berat badan, mengurangi risiko seseorang untuk terkena stroke berulang, dan dapat membantu tuntutan terapi stroke dan aktivitas sehari-hari lainnya.

Bagaimana makan dengan baik setelah stroke membantu pemulihan? Dilansir dari Cleveland Clinic, Rabu (30/11/2022) cara pertama adalah memastikan ada biji-bijian dalam piring makan, pastikan setidaknya setengah dari pilihan makanan berasal dari biji-bijian.

Follow Berita Okezone di Google News

Selanjutnya, rutin konsumsi sayuran terutama sayuran warna hijau tua dan oranye yang kaya nutrisi, ditambah dengan asupan buah-buahan. Bebas saja, bisa langsung buah potong sega, frozen fruits atau buah kering setiap hari.

Selanjutnya untuk asupan susu, disarankan untuk memilih makanan olahan susu rendah lemak atau bebas lemak, atau berbagai makanan kaya kalsium non-susu setiap harinya.

Nah, untuk sumber protein harus memilih daging rendah lemak atau tanpa lemak. Kreasikan daging sumber protein ini dengan lebih banyak buncis, kacang polong, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sumber ikan.

Terakhir, dalam hal lemak, manfaatkan sebagian besar sumber lemak itu dari daging ikan, kacang-kacangan, dan minyak nabati. Batasi sumber lemak yang kurang baik seperti dari mentega, margarin, atau lemak babi.

 BACA JUGA:6 Penyakit yang Mengintai Pemilik Perut Buncit, Salah Satunya Stroke!

BACA JUGA:Ambisius Kejar Karier? Hati-Hati Stroke Mengintai

1
2