Share

6 Jenis Hubungan Intim yang Berisiko Terkena HIV AIDS

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Rabu 30 November 2022 08:07 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JENIS-jenis hubungan intim yang beresiko terkena HIV AIDS ini harus Anda ketahui. Hubungan intim merupakan salah satu kebutuhan biologis setiap manusia.

Meski demikian, hubungan intim tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Karena resikonya akan sangat membahayakan. Salah satu resikonya adalah terkena HIV AIDS.

Seks

Lantas, hubungan intim seperti apa yang beresiko? Berikut jenis-jenis hubungan intim yang beresiko terkena HIV AIDS dirangkum dari berbagai sumber;

1.Seks Anal

Dilansir dari laman Centers for Deases Control and Prevention, seks anal merupakan salah satu jenis hubungan intim yang sangat beresiko dalam penularan HIV.

Apalagi jika seks anal dilakukan bersama pengidap HIV tanpa menggunakan pengaman (kondom). Pasalnya, bagian dubur seseorang hanya memiliki lapisan rektum yang tipis. Sehingga memudahkan virus HIV untuk menginfeksi tubuh.

Follow Berita Okezone di Google News

2. Seks Vaginal

Sama halnya dengan seks anal, melakukan seks vaginal dengan mengidap HIV tanpa menggunakan pengaman tentu akan sangat beresiko terpapar penyakit tersebut.

Penyakit HIV pada wanita bisa berada di cairan vagina maupun darah. Penularan penyakit ini bisa melalui kulup penis yang tidak disunat maupun melalui luka terbuka pada penis.

3. Seks Oral

Dilansir dari laman Stanford Health Care, penularan HIV melalui seks oral tanpa kondom dengan penderita memiliki kemungkinan yang cukup rendah. Meski demikian, bukan berarti resikonya nol.

Sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi resiko penularan HIV melalui seks oral adalah:

Melakukan ejakulasi di mulut yang tengah mengalami sariawan, gusi berdarah, atau adanya luka kelamin.

Adanya penyakit menular seksual (PMS) pada alat kelamin.

Selain HIV maupun PMS, seks oral juga bisa menularkan sejumlah penyakit, seperti hepatitis A, hepatitis B, parasit seperti Giardia, dan bakteri seperti Shigella, Salmonella, Campylobacter, dan E. coli

4. Seks bebas

Melakukan seks bebas dengan bergonta-ganti pasangan dapat meningkatkan resiko penularan HIV AIDS. Pasalnya, penderita HIV awalnya mungkin tidak mengalami gejala. Sehingga, potensi untuk terkena penyakit HIV AIDS maupun PMS sangat besar.

5. Berhubungan saat haid

Melakukan hubungan intim saat seorang wanita tengah mengalami haid atau menstruasi juga cukup beresiko dalam penularan HIV. Apalagi jika dilakukan dengan pasangan yang mengidap penyakit ini.

Hal ini bisa terjadi karena selama wanita tengah haid, banyak pembuluh darah yang terbuka. Pada saat inilah virus menemukan celah untuk menyebar ke seluruh tubuh.

6. Alat Bantu Seks

Berhubungan intim dengan menggunakan alat bantu seks tentunya tidak menjadi masalah. Namun, hal ini akan berbeda jika Anda menggunakan alat bantu seks secara bersama-sama.

Alat bantu seks yang digunakan secara berganti-gantian atau bersama-sama bisa menjadi media penularan penyakit kelamin dan juga HIV. Sehingga, sebaiknya gunakan alat bantu seks pribadi Anda sendiri.

Itulah Jenis-jenis Hubungan Intim yang Berisiko Terkena HIV AIDS.

1
3