Share

Dinas Kesehatan DKI: Saat Ini, Kasus Polio di Jakarta Nihil

Syifa Fauziah, Jurnalis · Rabu 30 November 2022 19:09 WIB
$detail['images_title']
Kepala Dinkes DKI Jakarta, dr. Widyawati, (Foto: MPI/ Syifa)

PENYAKIT Polio kembali menghantui masyarakat Indonesia, sejak terkonfirmasinya satu kasus polio di Kabupaten Pide, Aceh. Sehingga membuat pemerintah setempat, menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk polio.

Melihat muncul kembali kasus polio di Aceh, pastinya membuat masyarakat jadi khawatir. Lantas bagaimana kondisi terkini di Jakarta sebagai ibu kota? Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Widyastuti, MKM, mengatakan untuk saat ini kasus polio di DKI Jakarta nihil.

“Semoga enggak ada (kasus polio),” kata Widyastuti saat ditemui usai menghadiri Acara Puncak Hari Kesehatan Nasional DKI Jakarta Tahun 200 ke-58 di Jakarta Convention Center (JCC), baru-baru ini.

Widyastuti menambahkan sebagai ibu kota yang punya tingkat mobilitas tinggi, Dinkes DKI Jakarta berupaya terus untuk melakukan deteksi dini polio melalui berbagai aspek dan sumber daya yang ada,

“Kekuatan kita adalah surveilans epidemiologi, yang timnya sudah ada sampai tingkat Puskesmas dan Kelurahan,” terang dr. Widyastuti

“Selain itu, kami terus memompa semangat para orang tua. Termasuk ke berbagai jejaring kolaborasi kita, mengingatkan bahwa hak sehat bagi anak-anak kita harus direalisasi,” sambungnya.

Dari penjelasan dr. Widyastuti, surveilans penyakit di DKI Jakarta dilakukan dengan membentuk tim SDM yang sudah dilatih sejak awal untuk melakukan pengamatan dini untuk KLB, termasuk polio.

Follow Berita Okezone di Google News

Sejauh ini, tim surveilans epidemiologi Dinkes DKI Jakarta sudah mengamati sekitar 24 penyakit menular.

“Kita amati dan bersumber dari rumah sakit, puskesmas, atau fasilitas kesehatan lain. Jadi, apabila ada terjadi hal yang tren itu, pasti terdeteksi melalui sistem di kita,” terang dr. Widyastuti.

Upaya juga ditambah dengan adanya tim dari puskesmas akan melakukan investigasi kunjungan ke rumah-rumah. Demi memastikan apakah benar penyakit tersebut berpotensi jadi kejadian luar biasa atau tidak.

Terakhir, ia mengingatkan para orang tua untuk segera melengkapi imunisasi anak. Termasuk polio, yang mana memang pencegahan satu-satunya hanya bisa dilakukan dengan vaksinasi.

“ Kami ingatkan kembali bahwa untuk putra putri kita sejak bayi di bawah 2 tahun, bahkan sampai 5 tahun untuk imunisasi lengkap sesuai umur. Sampi nanti usia sekolah dasar masih ada program imunisasi,” pungkasnya.

 BACA JUGA:1,2 Juta Anak Bakal Diberi Vaksin Polio, Imbas 1 Kasus KLB!

BACA JUGA:Kemenkes Ralat Jumlah Kasus Polio: Hanya 1 yang Terkonfirmasi

1
2