Share

Dokter dan Nakes PB IDI Demo di DPR Tolak RUU Kesehatan Omnibus, Apa Kabar Nasib Pasien?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 28 November 2022 13:03 WIB
$detail['images_title']
aksi demo dokter dan nakes PB IDI di depan gedung DPR, (Foto: Twitter @berlianidris)

TENGAH wara-wiri di linimasa Twitter, aksi damai yang dilakukan oleh para dokter PB IDI yang berdemo turun ke jalan. Aksi damai ini diketahui dilakukan di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (28/11/2022).

Aksi berdemo para dokter tersebut, dengan agenda tuntutan menolak RUU Kesehatan Omnibus. Beberapa foto aksi berseliweran di linimasa sosial media, salah satunya dibagikan akun @berlianidris, terlihat aksi demo menolak RUU Kesehatan Omnibus tersebut berlangsung tertib.

Terlihat para dokter, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) membentangkan spanduk putih dengan logo IDI besar di bagian tengah atau bawah. Tak hanya itu, mereka yang hadir juga menyuarakan aspirasi seraya bendera organisasi profesi berkibar. Sebelum aksi dimulai, beredar di media sosial juga dokumen panduan aksi damai menolak RUU Kesehatan (Omnibus Law), yang bisa diakses masyarakat denga mudah.

Disebutkan dalam panduan itu, penanggung jawab aksi demo tingkat pusat adalah PB IDI, sedangkan penanggung jawab tingkat daerah Pengurus Wilayah atau Cabang IDI.

Jika para dokter, perawat, hingga apoteker turun ke jalan untuk berdemo, timbul pertanyaan tentunya, lalu bagaimana dengan nasib para pasien yang membutuhkan penanganan dan perawatan?

Terkait nasib pasien, ternyata dijelaskan di dalam dokumen panduan aksi siapa yang boleh turun ke jalan ikut dalam aksi ini. Para nakes yang berdemo, merupakan yang sedang off-duty atau tak bertugas pada hari ini.

"Peserta aksi yang terlibat dipastikan sedang tidak bertugas di unit pelayanan darurat, ICU/ICCU, ruang operasi, ruang perawatan, pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama yang memerlukan tindakan darurat, dan penanganan korban bencana alam," tulis panduan yang ada, dikutip Senin (28/11/2022).

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, melalui kolase tiga foto yang dibagikan akun @berlianidris, diketahui ada sekitar 3 tuntutan aksi damai aliansi Nasional tenaga kesehatan dan mahasiswa kesehatan seluruh Indonesia ini, yakni sebagai berikut.

1. Menolak RUU Kesehatan (Omnibus Law) dan mendesak pimpinan DPR RI agar RUU ini dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas, karena pembahasannya dinilai sangat tidak transparan dan tidak sesuai dengan ketentuan pembentukan peraturan perundang-undangan berlaku. Tidak adanya Naskah Akademik yang dibicarakan bersama pemangku kepentingan dan masyarakat untuk melihat dasar filosofis, sosiologis, dan yuridis yang bertujuan untuk kebaikan bangsa.

2. Menolak liberalisasi dan kapitalisasi kesehatan yang akan mengorbankan hak kesehatan rakyat selaku konsumen kesehatan.

(Foto: Twitter @berlianidris)

3. Menolak pelemahan profesi kesehatan dan penghilangan peran-peran organisasi profesi yang selama ini telah berbakti bagi negara dalam menjaga mutu dan profesionalisme anggota profesi yang semata-mata demi keselamatan dan kepentingan pasien

 BACA JUGA:Catat! 7 Kombinasi Vaksin Booster Covid-19 Dosis 2 untuk Lansia dari Kemenkes

BACA JUGA:Kemenkes Tegaskan Vaksin Polio Aman dan Efektif, Orangtua Jangan Termakan Hoaks!

1
2