Share

Ini Beda Bayi Prematur dan Normal, Bunda Wajib Tahu!

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 27 November 2022 19:49 WIB
$detail['images_title']
Bayi prematur (Foto: The sleepstore)

SETIAP orangtua menginginkan anaknya terlahir secara normal dan diusia tepat yaitu 9 bulan. Namun jika terlahir lebih dulu, sebelum waktunya atau kurang dari 30 Minggu disebut prematur.

Tentu ada perbedaan antara bayi prematur dengan normal, apa saja?. Menurut dr Adhi anak prematur cenderung lemah saat menyusu pertama kali dengan ibunya.

 bayi

"Perbedaan mendasar dari prematur dan bayi cukup bulan adalah kemampuan bayi tersebut, beradaptasi dengan lingkungan baru. Contoh misalkan kalau bayi cukup bulan, mungkin menetek langsung dengan sangat kuat ke payudara ibunya," jelas dr. R. Adhi Teguh Perma Iskandar, Sp.A (K), Dokter Spesialis Anak.

Ditambah, sistem kekebalan tubuh (Imunitas) juga lemah, contohnya dia mudah merasa kedinginan. Hal ini dikarenakan, bayi prematur tidak memiliki kontrol suhu tubuh dengan baik.

"Bayi prematur mudah sekali untuk mengalami hipotermia atau kedinginan. Berbeda dengan baik cukup bulan memproduksi panas, badannya bisa dijaga sangat terus dan masih banyak lagi," sambung dr Adhi.

Hal umum perlu dipahami ialah usia bayi disebut prematur, dengan usia kurang dari 30 Minggu. Sementara, bayi yang lahir sangat prematur dengan usia 28 Minggu sampai 32 Minggu.

 BACA JUGA:Rekomendasi 350+ Nama Bayi Perempuan Awalan A, Ada Mirip Putri Cantik Pangeran Harry

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kelahiran prematur merupakan masalah kesehatan sangat serius. Sepanjang tahun 2015 di seluruh dunia, ada 15 juta (lebih dari satu dari sepuluh) bayi dilahirkan prematur, dan lebih dari satu juta meninggal akibat komplikasi prematur.

Follow Berita Okezone di Google News

"Bayi yang dilahirkan sebelum waktu normalnya bayi itu dilahirkan cukup bulan atau usia kehamilan 37 minggu. Kelompok bayi prematur ini dilahirkan lebih dini, Bunda bisa ada yang 28 minggu ke bawah itu amat sangat prematur, ada 28 minggu sampai sekitar 32 minggu itu sangat prematur, kemudian 32 minggu sampai 36 hari itu termasuk prematur yang belakangan ya kita sebut ya," ucapnya menjelaskan

Sekadar informasi, berdasarkan Organisasi kesehatan dunia (WHO) angka kelahiran bayi prematur di Indonesia pada 2018, berada pada angka yang tinggi sekitar 675.700 per tahun, dan secara urutan dunia negara Indonesia adalah negara kelima tertinggi.

1
2