Share

Tak Hanya Mematikan, Ini Dampak Lain dari Penyakit Jantung!

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 27 November 2022 08:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi penyakit jantung. (foto: Shutterstock)

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku penyakit jantung merupakan penyakit yang mematikan. Hal ini berdasarkan Global Burden of Desease dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) 2014-2019 bahwa penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Ia pun mengatakan kalau biaya kesehatan untuk penyakit jantung paling tinggi di BPJS. Terbukti berdasarkan data BPJS Kesehatan pada 2021, pembiayaan kesehatan terbesar ada pada penyakit jantung sekitar Rp7,7 triliun.

 Penyakit jantung

"Sakit jantung membunuh banyak orang. Dan juga termasuk biaya kesehatan yang mahal sampai 7 triliun di BPJS," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sebuah acara beberapa waktu lalu.

Namun faktanya, tidak semua daerah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan penyakit jantung, khususnya operasi pasang ring. Kendatinya, ia menggenjot layanan tersebut segera bisa di 514 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Butuh anggaran Rp 31 triliun sampai 2027 untuk menjadikan 514 kabupaten/kota bisa melakukan operasi jantung. Untuk tahap 1 Kementerian Kesehatan menyediakan anggaran Rp. 17,9 triliun dan Rp 13,1 triliun di tahap selanjutnya.

"Saya minta 514 kabupaten/kota bisa operasi pasang ring. Semua provinsi harus bisa operasi gagal jantung terbuka dan bedah otak terbuka,” ucap Menkes Budi.

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara dari Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dan 2018 menunjukan tren peningkatan penyakit jantung yakni 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018. Maka dari itu, ia mengajak seluruh pihak untuk melakukan penguatan pada layanan primer melalui edukasi, pencegahan, dan meningkatkan kapasitas untuk mengatasi masalah penyakit jantung di Indonesia.

Praktik melakukan edukasi di layanan primer melalui kampanye, antara lain kampanye imunisasi, gizi seimbang, olah raga, anti rokok, sanitasi dan kebersihan lingkungan, skrining penyakit, dan kepatuhan pengobatan.

1
2