Share

Duh, 2 Provinsi Ini Ternyata Belum Miliki Dokter Spesialis Jantung

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 26 November 2022 12:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Dokter Spesialis Jantung. (Foto: Shutterstock)

INDONESIA memang masih kekurangan tenaga kesehatan (Nakes) ataupun dokter spesialis, terutama di daerah-daerah terpencil. Faktanya ada dua Provinsi di Indonesia yaitu Papua Selatan dan Papua Pengunungan, dikatakan belum memiliki dokter spesialis jantung.

Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr Radityo, dokter tidak ada karena kondisi yang memang jauh atau bertambah luas wilayahnya, akibat pemukaran di Papua.

"Tapi ada juga yang belum ada dokter jantungnya itu ada di 2 provinsi yaitu Papua Selatan dan Papua Pegunungan. Jadi itu dari pemukaran dari Papua ya, tadinya ada 5, 3 ya 8 tapi setelah pemukaran ini tidak ada," jelas dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), Ketua PERKI tahun 2022 - 2025 dalam Konferensi Pers Indonesian Society of Interventional Cardiology Annual Meeting (ISICAM).

Dokter jantung

Kurangnya jumlah dokter spesialis jantung, juga disampaikan oleh Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI). Menyatakan saat ini Indonesia mengalami kekurangan jumlah dokter spesialis, dan alat pemeriksaan untuk menangani pasien dengan penyakit jantung.

Berdasarkan datanya, sampai tahun ini Indonesia baru memiliki 329 tenaga kesehatan yang memiliki keahlian dalam intervensi kardiologi. Sedangkan pada tahun 2023 diperkirakan hanya naik sekitar 400 orang.

"Kita masih kekurangan alat kateter dan tenaga kesehatan. Mungkin bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah, mudah-mudahan angka bisa dikejar dengan kualitas yang baik,” kata Ketua PIKI, Doni Firman, MD dalam kesempatan yang sama.

Follow Berita Okezone di Google News

Sekadar informasi, sejauh ini penyakit pembunuh pertama di Indonesia yaitu penyakit stroke. Penyakit jantung (kardiovaskular), dikatakan dr Radityo menduduki nomor dua di Indonesia.

Sementara dari sisi faktor risiko, penyakit jantung nomor satu bisa dialami, baik Pria dan Wanita. Hal tersebut dipicu dari pola hidup dan makan yang tentunya kurang sehat.

"Tapi memang di Indonesia itu angka kematiannya nomor 1 adalah stroke dan kedua adalah Jantung. Kalau dilihat dari faktor risiko baik penyebab kematiannya, pada laki-laki dan wanita bahwa penyakit jantung ini jadi penyebab utama kematian," jelas dr Radityo.

1
2