Share

Apa Sih Bahaya Makan Kotoran Manusia Seperti Sekte Penyembah Mayat?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 25 November 2022 12:42 WIB
$detail['images_title']
Sakit diare (Foto: Piedmont healthcare)

BELUM lama ini media sosial sempat digegerkan dengan berita viral tentang sekte penyembah mayat yang makan kotoran manusia. Temuan sekte sesat ini berawal dari upaya polisi Thailand yang kala itu hendak menggusur bilik ilegal di dalam hutan provinsi Chaiyaphum pada Mei 2022.

Sebelum eksekusi dilakukan, polisi justru menemukan banyak mayat di dalam bilik bambu milik Thawee Nanra, sang ketua sekte. Pria berusia 75 tahun iyang dianggap 'Bapak Spiritual' oleh para pengikutnya tersebut. 

diare

Mengutip The Guardian, ada 11 mayat yang ditempatkan di peti mati di bilik bambu tersebut. Berdasar keterangan media lokal Thailand, mayat-mayat itu diyakini adalah mayat para pengikut Thawee Nanra sendiri.

Berdasarkan hasil penelusuran lebih lanjut, para pengikut Thawee dilaporkan harus meminum air urin, mengonsumsi dahak dan kotoran manusia dari Thawee sebagai ketua sekte, karena diyakini bisa menyembuhkan penyakit dan membuat tubuh sehat.

Tentu saja makan kotoran manusia, jauh dari kata sehat apalagi berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit. Sebab makan kotoran manusia sama saja mengonsumsi sesuatu yang terkontaminasi.

Dari laporan Illinois Poison Center, makan kotoran manusia yang secara alami mengandung bakteri yang biasa ditemukan di usus, seperti Campylobacter, E.coli hingga Salmonella bisa berdampak negatif pada kesehatan tubuh.

Melansir Healthline, seseorang yang makan kotoran manusia penuh bakteri di dalamnya bisa mengalami mual, diare, muntah, demam, terkena parasit dan virus contohnya hepatitis A dan hepatitis E, yang mana juga ditularkan melalui kotoran.

Tidak hanya itu, dampaknya bisa berkelanjutan menjadi menimbulkan gejala seperti dehidrasi, diare berdarah (ada darah dalam tinja), tiba-tiba kesulitan bernapas, hingga menjadi kebingungan.

1
2