Share

Cegah Diabetes Makin Parah, Pasien Wajib Menjaga Pola Makan!

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 25 November 2022 21:10 WIB
$detail['images_title']
Kena diabetes (Foto: National today)

DIABETES merupakan salah satu penyakit kronis penyebab kematian tertinggi di Indonesia. International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia bisa mencapai 28,57 juta pada 2045. Jumlah ini lebih besar 47% dibandingkan dengan jumlah 19,47 juta pada 2021. Data ini menempatkan Indonesia berada di peringkat ke-5 sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia.

Munculnya penyakit Diabetes ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Akan tetapi, pada penderita diabetes, glukosa tersebut tidak dapat digunakan oleh tubuh. Kadar gula (glukosa) dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi pankreas. Namun, pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

 menjaga pola makan

Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling banyak terjadi, yakni sekitar 90–95%. Diabetes tipe 2 terjadi ketika sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin sehingga insulin yang dihasilkan tidak bisa digunakan dengan baik.

Agar diabetes tak makin parah, dokter meminta pasien diabetes menjaga pola makannya dengan baik. Salah satunya makan tidak berlebihan.

Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi Dr. dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.Pd, K-EMD, FINASIM menjelaskan mengapa pasien diabates mudah lapar. "Otak menghasilkan neurotransmitter yang menyebabkan rasa lapar dan kenyang," katanya.

Dikutip dari Antara, diabetes membuat neurotransmitter, senyawa kimia pembawa pesan antar sel saraf, terganggu sehingga pasien menjadi mudah lapar dan seakan sulit untuk merasa kenyang. Untuk mengatasinya, Dokter Eliana menyarankan agar pasien mengontrol emosi agar tidak kalap saat makan dan mengonsumsi obat-obatan sesuai yang diresepkan dokter sehingga diabetes dapat dikendalikan.

Sementara itu Jane Kurnia, Health Food Specialist CNI mengatakan, sangat mengkhawatirkan melihat angka penderita diabetes di Indonesia saat ini. Umumnya, bagi penderita diabetes akan membatasi dan bahkan menghindari segala jenis makanan dan minuman manis. “Hal ini tentunya membuat mereka tidak bisa menikmati makanan atau minuman favoritnya. Berangkat dari hal tersebut, perlu ada solusi untuk para penderita diabetes untuk dapat kembali menikmati manisnya hidup,” ujar Jane.

BACA JUGA:5 Manfaat Sarapan dengan Roti Gandum, Bantu Kurangi Risiko Diabetes Tipe 2 Loh! 

Jane menambahkan, penyakit diabetes merupakan penyakit yang kerap terjadi di Indonesia, bahkan dunia. Penyakit ini terjadi karena glukosa yang tidak diserap sel tubuh dengan baik akan menumpuk dalam darah. “Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan pada organ tubuh. "Jika tidak terkontrol dengan baik, diabetes dapat menimbulkan komplikasi yang berisiko mengancam nyawa penderitanya. Sebenarnya selama kadar gula darah dapat terkontrol dan tetap menjaga pola makan, maka penderita diabetes bisa tetap menikmati manisnya hidup walaupun menderita diabetes,” tuturnya.

Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, bahkan untuk tetap menikmati hidup tanpa takut terkena diabetes, ada suplemen enzim komplek yang bisa jadi solusi bagi penderita diabates. Suplemen untuk memenuhi kebutuhan enzim yang menjadi kunci semua proses metabolisme di dalam tubuh seperti well3 leaf. Minuman seperti up gingseng coffee sugar free juga bisa dinikmati, tanpa takut banyak gula karena memang bebas gula.

“Jadi para penderita diabetes saat ini tidak perlu khawatir jika ingin menikmati manisnya hidup yang diiringi dengan menjalankan pola hidup sehat tentunya,” tutup Jane.

1
2