Share

5 Tips Menurunkan Detak Jantung Tinggi Saat Olahraga

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 25 November 2022 14:30 WIB
$detail['images_title']
Olahraga lari (Foto: Samitivej hospital)

TIPS untuk menurunkan detak jantung tinggi saat sedang olahraga penting untuk diketahui. Meningkatnya tempo detak jantung saat berolahraga mengakibatkan pusing, nyeri dada, dan sesak nafas.

Menurut American Heart Association, penting untuk mengetahui kapan detak jantung terlalu tinggi atau terlalu lambat saat berolahraga. Dengan begitu dapat mengantisipasi jika denyut jantung terlalu tinggi.

American Council on Exercise merekomendasikan untuk menghitung detak jantung maksimal. Caranya dengan mengurangi 220 dengan usia Anda.

Berikut cara aman menurunkan detak jantung tinggi saat sedang olahraga dirangkum dari berbagai sumber:

 minum air putih

1. Menjaga Hidrasi Tubuh

Dehidrasi tubuh menyebabkan jantung bekerja lebih cepat untuk memompa darah. Menjaga hidrasi tubuh membantu menormalkan denyut jantung. Berdasarkan penelitian, memenuhi sekitar 335 ml air dapat mengistirahatkan denyut jantung tinggi selama 30 menit.


2. Batasi Konsumsi Alkohol

Cara aman menurunkan detak jantung tinggi saat sedang olahraga adalah kurangi konsumsi alkohol. Alkohol merupakan racun bagi tubuh. Tubuh manusia harus bekerja lebih keras untuk memfiltrasi racun.

Dalam prosesnya membuat detak jantung istirahat bekerja lebih tinggi. Konsumsi alkohol sehari-hari juga dapat menyebabkan dehidrasi tubuh.

 BACA JUGA:Tetap Sehat di Musim Sakit, Konsumsi 5 Makanan yang Bantu Tingkatkan Imun Ini

3. Melakukan Pemanasan

The American Heart Association menyatakan bahwa pemanasan dalam olahraga penting untuk meningkatkan denyut jantung sekitar 5-10 detak per menit. Pemasaran merupakan dapat membantu menetralkan detak jantung.

Olahraga tanpa pemanasan membuat detak jantung bekerja lebih cepat. Pada beberapa kasus, seseorang merasa pusing dan berdebar karena tidak melakukan pemanasan.

4. Latihan Pernapasan

Ketika berolahraga tubuh memerlukan oksigen untuk proses pembakaran. Pernapasan yang tidak stabil mengakibatkan detak jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah keseluruh tubuh.

Ada baiknya lakukan latihan pernapasan perut sebelum berolahraga. Tujuannya, untuk memperlambat detak jantung dan mengembalikan kecepatan jantung lebih teratur.

5. Mengurangi Intensitas Olahraga

Olahraga yang terlalu keras mengakibatkan jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur. Untuk mengatasi hal ini, kurangi intensitas olahraga.

Batasi tubuh dalam melakukan gerakan olahraga yang terlalu keras. Misalnya ketika melakukan aerobik, batasi gerakan lengan agar lebih rendah. Sehingga detak jantung tidak terlalu tinggi.

1
2