Share

WHO Soroti Kasus Covid di Indonesia, Ngegas 5 Pekan Tapi Tetap PPKM Level 1?

Vivin Lizetha, Jurnalis · Jum'at 25 November 2022 11:42 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Covid-19. (foto: istimewa)

KASUS Covid-19 di Indonesia menjadi sorotan organisasi kesehatan dunia, WHO. Hal ini karena terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan dibandingkan bulan Oktober lalu.

Persentase peningkatan pun cukup tinggi yaitu sebesar 84,3 persen. Per 16 November 2022 bahkan terjadi kenaikan kasus tertinggi yaitu sekitar 8.486 kasus baru.

 Covid 19

Tak hanya kasus harian, WHO juga menyoroti kasus kematian yang meningkat. "Jumlah kematian mingguaan adalah 275. Meningkat 155 persen dibandingkan denga 108," ungkapnya dalam laporan Situation Report WHO.

Selama lima pekan terakhir Indonesia mengalami tren kenaikan di sebagian besar wilayah Indonesia, terkecuali Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Namun proporsi tes semakin menurun.

"Selama periode yang sama, bagaimanapun, tingkat pengujian tetap di bawah tolok ukur satu orang yang diuji per 1000 populasi per minggu," kata WHO.

Mengingat hal tersebut, bisa saja laporan jumlah kasus harian lebih besar dari kondisi di lapangan. Belum lagi cara penanganan Covid yang dilakukan pemerintah, masih sama seperti sebelum kenaikan signifikan.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berada pada level 1. Padahal dari data WHO, jumlah orang yang dites per 100.000 populasi di tingkat nasional berada pada angka 15,0.

Jumlah ini hampir 4 kali lipat dari jumlah satu bulan yang lalu. Yang masih berada di 4,4. Untuk itu, WHO mengingatkan agar penafsiran tren kasus dan kematian Covid-19 di Indonesia itu harus lebih hati-hati.

1
2