Share

Ramai Soal BPJS untuk Orang Kaya, Menkes: Obat Non Generik Harus Bayar Sendiri

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 25 November 2022 12:48 WIB
$detail['images_title']
BPJS Kesehatan, (Foto: Dok. Okezone)

RAMAI beredar beberapa waktu belakangan ini tentang isu soal biaya pelayanan BPJS Kesehatan untuk orang kaya berbeda dengan orang miskin.

Kisruh ini akhirnya menimbulkan ragam persepsi di tengah masyarakat, contohnya muncul anggapan BPJS juga menanggung masyarakat yang sebetulnya merupakan masuk kelas ekonomi atas alias orang kaya.

Menanggapi isu ini, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan anggapan BPJS untuk orang kaya adalah mereka yang mampu akan menanggung secara pribadi, dengan jaminan kesehatan swasta untuk pelayanan kesehatan non generik.

Namun bagi masyarakat yang kurang mampu, biaya kesehatan akan ditanggung oleh BPJS. Menurutnya, aturan baru ini untuk mewujudkan keadilan bagi masyarakat Indonesia yang kurang mampu.

"Untuk standar layanan tambahan yang miskin kewajiban negara untuk bantu. Jadi kita bayar itu premi,” kata Menkes Budi dalam gelaran Indonesian Society of Interventional Cardiology Annual Meeting, Jumat (25/11/2022).

“Yang orang kaya ini 'yang kemarin salah qoute itu adalah, kewajiban mereka untuk cover'. Contoh kalau misalnya obat-obatan, saya butuh Vitamin C, itu dicover BPJS yang generik saja," jelasnya panjang lebar.

Ia menambahkan, untuk obat-obatan yang non generik maka kelompok orang kaya tersebut harus membayar sendiri. Sedangkan untuk masyarakat miskin, tentunya perlu dibayarkan oleh negara.

" Di situ yang harus kita jaga keadilannya. Kalau yang miskin perlu itu dibayar negara. Asuransi sosial harus bayar seluruh rakyat Indonesia, kaya atau miskin, Sabang sampai Merauke, tua dan muda," tegasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Menkes Budi diketahui mengungkap rencana pembentukan kelas BPJS untuk orang kaya yang disampaikan saat sidang bersama DPR Komisi IX beberapa waktu lalu. Dengan cara ini, ia mengharapkan masyarakat kalangan bawah bisa dibayar dan tepat sasaran pelayanan BPJS Kesehatannya.

 Pasalnya, kelas-kelas pelayanan yang ada selama ini memberi kesempatan pada orang kaya, untuk memanfaatkan BPJS Kesehatan yang seharusnya untuk orang kurang mampu. Menkes Budi tak menampik, ia seringkali mendengar banyak orang kaya, yang mendapatkan perawatan kesehatan dari layanan BPJS Kesehatan.

"Sedangkan yang miskin itu dibayarkan oleh pemerintah untuk dari yang dasar, sehingga itu demikian akan memastikan BPJS tidak kelebihan bayar atau kelebihan bayar diberikan kepada orang-orang yang (sebenarnya) tidak seharusnya tidak dibayar (ditanggung oleh negara), " jelasnya kala itu.

 BACA JUGA:Menkes Budi: Seminggu ke Depan akan Terjadi Puncak Gelombang Kasus Covid-19

BACA JUGA:Kunjungi Korban Gempa Cianjur, Menkes: Jangan Sampai Ada yang Meninggal!

1
2