Share

6 Karakteristik Anak dengan Sindrom Asperger, Kemampuan Berjalan Lambat Salah Satunya

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 18:07 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Berbagai gangguan yang menghambat perkembangan anak bisa muncul. Salah satunya yang disebut Sindrom Asperger, yang menurut laporan Web MD, adalah sindrom yang dialami oleh 0,024 hingga 0,36 persen dari anak-anak di dunia.

Sindrom ini sering menunjukkan keunikan perilaku, cara berpikir, dan berkomunikasi. Maka dari itu, anak yang memiliki sindrom ini, mempunyai beberapa karakteristik khusus. Apa saja karakternya? Berikut ulasan singkat enam karakter khusus anak penyandang Sindrom Asperger, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (24/11/2022).

1. Punya dunia sendiri: Anak dengan sindrom ini lebih suka menarik diri dari lingkungan sosial dan sibuk dengan dunianya sendiri.

2. Pilih kosakata khusus: Dalam pemilihan kata, anak juga cenderung menggunakan bahasa ilmiah formal dalam berbicara dan menggunakan pemilihan kata yang aneh. Selain itu, anak yang memiliki Sindrom Asperger disebutkan juga sulit untuk paham suatu pembicaraan.

3. Fokus ke minat: Anak juga biasanya punya ketertarikan ke minat dan topik khusus yang bisa sampai menjadi rutinitasnya, dan ini harus terpenuhi. Jika tidak, umumnya anak akan tantrum dan gelisah.

4. Lamban berjalan: Bukan hanya perkembangan bicaranya juga agak lambat, begitu juga dengan kemampuannya berjalan jika dibandingkan dengan anak normal. Riset memperlihatkan, 50 sampai 90 persen anak- anak dan orang dewasa yang menyandang gangguan ini memiliki masalah koordinasi gerak.

5. Sulit memahami: Anak mengalami kesulitan dalam mengkonseptualisasikan dan mengapresiasi pikiran serta perasaan orang lain. Selain itu, anak juga memiliki hambatan dalam fleksibilitas pikir, sebab anak cenderung kaku pada perubahan.

6. Sensitif: Sangat sensitif terhadap bunyi dan bentuk-bentuk sentuhan tertentu bahkan terhadap rasa dan tekstur makanan, kepekaan visual, kepekaan pada aroma, serta kepekaan pada rasa sakit dan suhu.

Merawat dan membesarkan anak penyandang Sindrom Asperger memang punya tantangannya sendiri. Dalam keseharian, orang tua bisa mencoba upaya seperti coba untuk menghibur anak dengan mengajari teknik pernapasan atau memainkan musik yang menenangkan. Dengan begini anak berpeluang dapat manfaat dari terapi wicara dan bahasa, untuk membantu anak bisa berkomunikasi lebih baik.

Melakukan terapi okupasi, agar bantu menghadapi aktivitas sehari-hari. Ditambah dengan psikologis, untuk membantu keterampilan sosial dan mengatur emosi dan stres pada anak.

1
2