Share

Apa Itu Sindrom Asperger yang Disebut Gangguan untuk Perkembangan Anak, Bagaimana Risikonya?

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 17:17 WIB
$detail['images_title']
Sindrom Asperger pada anak, (Foto: Freepik)

TUMBUH kembang anak untuk bisa tumbuh besar dan dewasa menjadi anak yang sehat, tanpa kurang satu apa pun memang tak mudah. Berbagai gangguan yang menghambat perkembangan anak bisa muncul.

Salah satunya yang disebut Sindrom Asperger, yang menurut laporan Web MD, adalah sindrom yang dialami oleh 0,024 hingga 0,36 persen dari anak-anak di dunia. Sindrom ini sering menunjukkan keunikan perilaku, cara berpikir, dan berkomunikasi

Merujuk pada Asperger Syndrome Coalition AS, kebanyakan anak-anak didiagnosa menderita sindrom Asperger setelah berumur di atas 3 tahun atau baru dapat didiagnosa menderita penyakit ini setelah anak berumur 5 sampai 9 tahun.

Beberapa faktor disebut jadi penyebab Sindrom Asperger pada anak, mulai dari genetik karena kelainan ini disebut bisa diturunkan dalam keluarga. Faktor kedua, karena perubahan otak yang penyebab perubahannya masih terus ditinjau oleh peneliti.

Selanjutnya, faktor lingkungan yang secara teori disebutkan karena ada beberapa kemungkinan yakni sang ibu terinfeksi virus saat hamil, mengalami komplikasi kelahiran, ada paparan bahan kimia dalam kandungan, seperti ftalat atau pestisida, Menggunakan obat-obatan tertentu (contohnya Terbulin (terbutaline), Depakene (asam valproat), antipsikotik, hingga paparan polusi udara di dalam rahim.

Dari faktor risiko, diketahui lebih lanjut ternyata anak laki-laki berisiko lebih tinggi untuk mengalami sindrom Asperger ini daripada anak perempuan.

Mengingat, anak laki-laki juga 4 kali lebih berpeluang untuk mengidap gangguan spektrum autisme, dan menurut beberapa penelitian, hingga 11 kali lebih mungkin untuk mengembangkan sindrom Asperger dibandingkan dengan anak perempuan. Beberapa ahli menyebutkan teori, bahwa anak perempuan lebih terlindungi secara genetik. Sebagaimana dilansir dari EverydayHealth, Healthline dan Jurnal Wacana Psikologi FK UNS, Kamis (24/11/2022). 

 BACA JUGA:Viral Tiktoker Surya Manurung Derita Sindrom Langka, Ini Dia Nama Penyakitnya

!BACA JUGA:Idap Sindrom Prader Wili, Oki Setiana Dewi Cemas Putranya Alami Obesitas

1
2