Share

Berniat Nonton Konser, Hindari Hal Ini di Tengah Kerumunan!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 09:18 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi kerumunan. (foto: Istimewa)

KERUMUNAN yang tak terkontrol tak jarang menimbulkan kondisi berbahaya. Lewat peristiwa di Kanjuruhan dan Itaewon ada banyak hal dapat dipelajari agar selalu aman saat di kerumunan.

Beberapa waktu lalu, konser NCT 127 di ICE BSD Tangerang juga terpaksa diberhentikan karena adanya penonton yang pingsan di kerumunan akibat saling dorong. Kemudian festival musik "Berdendang Bergoyang" yang diadakan pada 30 Oktober 2022 lalu juga dihentikan pihak berwajib karena membludaknya penonton.

 Special Dialog Terjebak di Kerumunan

Ada begitu banyak momen yang membuat seseorang berada dalam kerumunan. Untuk itu, ada beberapa "peraturan" tak tertulis yang dapa Anda lakukan saat di kerumunan.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr Vito Damay mengatakan, agar selamat, saat berdesakan sebaiknya tidak mengikuti, ataupun melawan arus.

"Orang pasti akan memperhatikan ketika kita melawan arus, dan kita lakukan itu berbahaya, kita nggak tahu orang di belakang kita. Namun kalau melawan arus akan bilang balik arah, namun suara itu mungkin tidak terdengar ke semua tempat, dan akhirnya akan ada gerombolan baru bergerak ke arah sebaliknya," ujar Dr. Vito Anggarino Damay, Sp.JP., M.Kes, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.

Sehubungan dengan itu, dr Vito menerangkan adanya tindakan preventif bagi siapapun untuk menyelamatkan diri. Apabila sudah cukup aman, bisa mencari jalan keluar.

Kemudian, tidak disarankan untuk mengikuti arus ramai-ramai yang memicu kekacauan. Sebab melawan arus atau ikut arus, memungkinkan seseorang terinjak-injak.

"Tindakan preventif yang lebih penting adalah kalau sudah melihat orang bergerombol ramai-ramai, kita enggak perlu ikuti. Untuk menyelamatkan diri kita jangan sampai ikut ke arus dan berteduh sebentar, cari tempat yang bisa duduk atau berhenti tunggu situasi aman lalu pergi keluar," jelas dr Vito.

Menurut Pakar Kerumunan Keith, situasi terinjak-injak, memungkinkan seseorang sulit bernapas. Hanya butuh waktu 30 detik, orang tersebut bisa hilang kesadaran dan juga bisa menyebabkan lemas.

Inilah yang umumnya menjadi penyebab kematian, jatuhnya korban jiwa di situasi kerumunan manusia. "Dibutuhkan 30 detik sebelum kehilangan kesadaran. Sekitar enam menit, Anda mengalami asfiksia kompresif atau restriktif," ucap Keith Still, Profesor Ilmu Kerumunan di University of Suffolk di Inggris, dikutip dari Koreaboo.

1
2