Share

Perlukah Kelompok Komorbid Dapatkan Booster 2? Ini Kata Ahli!

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 21:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (foto: istimewa)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) tengah memprioritaskan vaksinasi dosis tambahan yaitu booster 2 bagi para tenaga kesehatan dan lanjut usia (lansia). Tentunya untuk memberikan perlindungan lebih, bagi mereka lebih berisiko mengalami perburukan akibat Covid-19.

Kebijakan ini memicu opini di tengah masyarakat, apakah mereka memiliki penyakit bawaan, atau sakit berat (komorbid) seperti kanker dan semacamnya juga butuh booster 2? Mendengar ini, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni), Prof Iris bahwa pemberian booster 2 masih difokuskan untuk nakes dan lansia.

Vaksin booster covid 19

Kondisi ini berbeda dengan di luar negeri, menurutnya punya komorbid sudah bisa mendapatkan booster 2. Sehingga masyarakat diimbau bersabar karena prosesnya bertahap.

"Di luar negeri memang mereka sudah mulai, tapi di kita bertahap, jadi memang untuk tenaga kesehatan dahulu baru kemudian kelompok rentan yaitu lansia. Selebihnya bertahap ya untuk pemerataan," kata Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASI. Ketua Peralmuni dalam Webinar Pentingnya Perlindungan Khusus pada Kelompok Rentan di Era Pandemi Covid-19 secara online, Kamis (24/11/2022).

Kendatinya, pemberian vaksin booster 2 berdasarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster ke-2 Bagi Kelompok Lanjut Usia. Berlaku efektif sejak ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu pada tanggal 22 November 2022.

Atas SE tersebut, dipastikan ketersediaan vaksin di daerah aman dan tersedia di berbagai Fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas dan Rumah Sakit. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap kelompok rentan, untuk mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat Covid-19.
 
"Semua daerah disediakan di fasilitas kesehatan (Puskesmas, RS) dan sentra vaksinasi," terang Juru Bicara Kemenkes dr Muhammad Syahril kepada MNC Portal, Rabu (23/11/2022).

Atas SE tersebut, dipastikan ketersediaan vaksin di daerah aman dan tersedia di berbagai Fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas dan Rumah Sakit. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap kelompok rentan, untuk mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat Covid-19.


 
"Semua daerah disediakan di fasilitas kesehatan (Puskesmas, RS) dan sentra vaksinasi," terang Juru Bicara Kemenkes dr Muhammad Syahril kepada MNC Portal, Rabu (23/11/2022).

1
2