Share

Lansia Disarankan Pakai Vaksin Antibodi Monoklonal untuk Cegah Covid-19, Jenis Apa Itu?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 13:02 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (foto: istimewa)

LANSIA atau mereka yang sudah lanjut usia masuk dalam kelompok rentan. Artinya, saat kuman penyakit masuk ke tubuh, risiko infeksi serius lebih besar karena kemampuan tubuh menjaga dari penyakit tidak lagi optimal.

Makanya, kelompok rentan paling dilindungi di masa pandemi Covid-19. Sebab, ketika virus Covid-19 masuk dan menyerang tubuh, risiko terjadinya perburukan kondisi cukup tinggi.

vaksin untuk lansia

Untuk itu, proteksi optimal perlu diberikan untuk lansia, termasuk kelompok rentan lainnya misalnya mereka yang dengan gangguan sistem kekebalan.

Pakar Alergi dan Imunologi Prof Iris Rengganis menyarankan agar para lansia menerima vaksin pasif, tak hanya vaksin aktif. Vaksin pasif yang dimaksud adalah vaksin antibodi monoklonal.

"Tubuh lansia itu berbeda dengan kelompok normal. Proses tubuh membentuk antibodi tidak lagi prima, sekalipun vaksin booster kedua diberikan. Untuk itu, disarankan lansia menerima vaksin antibodi monoklonal," terang Prof Iris di Webinar AstraZeneca, Rabu (24/11/2022).

Vaksin antibodi monoklonal penting diberikan untuk memberi proteksi maksimal akan virus Covid-19, khususnya varian Omicron. Sebab, vaksin pasif yang ada saat ini khusus menyasar varian Omicron.

"Jadi, tujuan pemberian vaksin antibodi monoklonal ini adalah memastikan adanya antibodi di dalam tubuh lansia. Vaksin pasif ini mengandung antibodi, jadi tubuh tidak perlu bekerja menciptakan antibodi seperti yang terjadi pada vaksin aktif," tambahnya.

Vaksin antibodi monoklonal ini juga boleh diterima kelompok normal. Prof Iris menjelaskan bahwa tidak ada masalah jika kelompok normal mau menerima vaksin pasif ini. Tapi, prioritas utama vaksin pasif diberikan untuk lansia dan kelompok rentan lainnya.

"Pada kelompok normal, tubuhnya masih cukup baik menghasilkan antibodi yang didapat dari vaksin aktif. Jadi, jumlah antibodinya cukup memberi perlindungan," ungkap Prof Iris.

"Beda dengan lansia dan kelompok rentan lainnya. Karena adanya masalah dalam proses pembentukan antibodi akibat sistem kekebalan yang tidak lagi prima, alhasil mereka butuh antibodi tambahan langsung dan itu bisa didapat dari vaksin antibodi monoklonal," tambahnya.

1
2