Share

Kenali Immunocompromised, Kelompok Rentan Berisiko Kematian 2 Kali Lipat saat Terkena Covid

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 12:02 WIB
$detail['images_title']
Ketua Peralmuni, Prof. Iris, menyebutkan ada beberapa kalangan berpeluang meninggal dua kali lipat saat terkena Covid-19. (foto: Tangkap layar)

SITUASI Indonesia sedang mengalami kenaikan kasus Covid-19, tentu menjadi perhatian segala pihak. Sebab ada kelompok yang berpeluang meninggal dua kali lipat, bila terinfeksi Covid-19.

Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni), Prof Iris menjelaskan bahwa kelompok ini disebut immunocompromised. Kondisi seseorang yang kekebalan tubuhnya terganggu, sehingga tidak bisa melawan infeksi dan penyakit.

kelompok rentan COvid

Bukan hanya meninggal, ternyata mereka yang imunokompromais juga berpeluang dirawat di Rumah Sakit sebanyak 2 kali lipat dan 1,5 kali lebih butuh perawatan lanjut atau ICU.

"Di antara pasien yang dirawat di RS karena covid tergantung individu dengan rentan 3 kali lebih butuh rawat inap, dan 1,5 kali lebih mungkin fasilitas ICU karena kondisi mulai memburuk lebih mungkin dapatkan perawatan tambahin, 2 kali lebih mungkin mengalami kematian akibat covid-19. Jadi kita lihat risikonya lebih besar bagi mereka yang kelompok rentan," jelas Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM. Ketua Peralmuni dalam Webinar Pentingnya Perlindungan Khusus pada Kelompok Rentan di Era Pandemi Covid-19 secara online, Kamis (24/11/2022)

Dalam penjelasannya, Prof Iris mengatakan mereka yang berisiko, salah satunya lanjut usia (lansia). Mereka diketahui lebih berisiko tinggi mengalami perburukan akibat Covid-19, karena memiliki berbagai penyakit tertentu.

Sehingga dia mendorong untuk melakukannya vaksinasi Covid-19, bila kondisi lansia bisa mendapatkan. Sementara itu, ahli epidemiolog dr Pandu angka kematian yang ada didominasi belum divaskinasi dan kelompok lanjut usia (lansia).

"Bagi yang dibooster jauh lebih tinggi dua kali dari mereka yang sudah dosis 1&2. Supaya lonjakan pertahanan tubuh kita bisa diandalkaan itulah kenapa booster penting," terang Ahli Epidemiolog UI, dr. Pandu Riano dalam kesempatan yang berbeda

1
2