Share

Wajib Tahu! Bantuan Hidup Dasar saat Ada yang Pingsan di Kerumunan

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 09:31 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi pingsan di kerumunan. (foto: Unsplash)

SETIAP orang harus memiliki kemampuan untuk melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD). BHD adalah upaya menyelamatkan seseorang, khususnya di tengah situasi kerumunan. Hal ini berkaca pada peristiwa di Kanjuruhan dan Itaewon, yang banyak korban berjatuhan bahkan meninggal dunia.

Secara umum masyarakat awam tak memahami teknik BHD. Menurut dokter spesialis Jantung dr. Rizki apabila memberikan BHD saat di tengah kerumunan, dipastikan butuh bantuan orang lain. Artinya tidak dilakukan dengan seorang diri.

  Special Dialog Terjebak di Kerumunan


Namun, jika hanya diri sendiri melakukan pertolongan perlu diperhatikan beberapa hal. Berikut ulasannya.

1. Diri harus ke dalam aman, dan bawa korban ke tempat aman

2. Cari bantuan orang lain untuk menghubungi RS atau Ambulans (jika ada atau bisa lakukan sendiri)

3. Tepuk pundak korban, memastikan kondisi masih sadar atau tidak. Jika tidak bernafas perlu dilakukan BHD.

4. Teknik BHD dengan memompa bagian dada dengan kecepatan 100-120 per menit dan kedalamannya 5-6 cm sampai ada pertolongan.

"Kalau diketahui saat dicek tak ada nafas maka kita asumsikan dia henti jantung, itu lebih baik kita asumsikan di awal. Kita bisa lakukan pertolongan BHD dengan melakukan pijatan dengan kecepatan 100-120/ menit dengan kedalaman 5-6 cm, sampai kapan? sampai ada bantuan ya," ujar dr. Rizki, Sp.JP, Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Dept PP Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dalam sebuah Webinar beberapa waktu lalu.

1
2