Share

Beredar Pesan Berantai Sebut Covid-19 Bukan Virus dan Sembuh Pakai Aspirin, Ahli: Hoaks!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 17:10 WIB
$detail['images_title']
Covid-19, (Foto: Freepik)

BEREDAR pesan berantai di WhatsApp di tengah masyarakat, menyebutkan bahwa Covid-19 bukan virus tapi adalah bakteri yang terpapar radiasi.

Dijelaskan dalam pesan tersebut, Kementerian Kesehatan Singapura tak mengikuti tata laksana pengobatan Badan Kesehatan Dunia (WHO), tetapi mengandalkan Aspirin sebagai obat untuk mengobati Covid-19. Resep Aspirin yang dituliskan pada informasi yang beredar, Aspirin 100 mg dan Paracetamol 650 mg.

Pengobatan Aspirin dipilih, menurut informasi di pesan itu, karena Covid-19 adalah penyakit yang menyebabkan penggumpalan darah. Penggumpalan darah inilah yang disebut sebagai dalang yang membuat orang yang terinfeksi Covid-19 jadi sesak napas karena kekurangan oksigen dan akhirnya berisiko meninggal dunia.

Tak ketinggalan, seperti kebanyakan pesan berantai lainnya, ada kalimat imbauan untuk menyebarkan pesan tersebut.

"Bagikan informasi ini kepada keluarga, tetangga, kenalan, teman, dan kolega Anda untuk mengeluarkan mereka dari ketakutan akan Covid-19 dan menyadari bahwa itu bukan virus, tetapi bakteri yang hanya terpapar radiasi," bunyi isi pesan tersebut.

MNC Portal mencoba memverifikasi kebenarannya, kepada ahli yakni Peneliti Keamanan dan Ketahanan Kesehatan, dr. Dicky Budiman. Dokter Dicky dengan tegas ini semua adalah kabar hoaks.

"Hoaks itu, apalagi jelas ada kalimat bagikan kepada orang terdekat atau orang tersayang," jelas dr Dicky Budiman melalui pesan singkat pada MNC Portal, Kamis (24/11/2022).

Menurutnya, sudah jelas dalam berbagai jurnal ilmiah bahwa Covid-19 adalah karena virus, bukan bakteri apalagi dikaitkan dengan paparan radiasi. Ia melihat, informasi hoaks seputar Covid-19 ini sudah ramai beredar di masyarakat ketika akhir 2020. Kini, beredar lagi dengan sedikit modifikasi.

"Informasi seperti ini, sebenarnya sudah ramai menjelang akhir 2020. Tapi, ini ternyata sudah dimodifikasi sama yang bikin kabar hoaks, ditambah dan dikurangi. Padahal, intinya sama, kabar hoaks," seru Dicky, yang juga merupakan Ahli Epidemiologi tersebut.

Soal pengentalan darah yang terjadi pada penderita Covid-19, dr. Dicky tak menampik memang efek tersebut ada dialami pasien Covid-19, namun yang menjadi catatan adalah tidak semua orang yang terinfeksi Covid-19 mengalami kondisi seperti itu.

Ia menyebut, merujuk pada riset membuktikan bahwa penderita Covid-19 akan mengalami pengentalan darah yang bisa berpotensi fatal, yakni mematikan. Sebab karena pasien bisa saja mengalami emboli paru, terjadi sumbatan di jantung termasuk stroke.

Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia itu menerangkan, pengentalan darah risikonya bisa dikurangi dengan vaksinasi dan terapi yang cepat. Artinya, temuan kasus yang cepat menjadi penting dan proteksi vaksin juga penting mencegah pengentalan darah pada pasien.

Terkait penggunaan obat Aspirin yang diklaim dalam kabar hoaks ini sebagai obat Covid-19. Dicky memperingatkan justru konsumsi aspirin yang tidak tepat malah berisiko bahayakan kesehatan.

"Hati-hati, tidak semua pasien dan penyintas Covid-19 yang mengonsumsi aspirin itu sembuh. Waspada, aspirin juga ada efek samping, salah satunya bisa terjadi perdarahan. Makanya, penggunaannya harus berdasar saran dokter," tutur dr Dicky.

"Jadi, bisa ditegaskan sekali lagi bahwa informasi yang menyatakan Covid-19 itu bukan virus dan bisa sembuh dengan aspirin itu kabar hoaks. Jangan disebarkan lagi, ya,” tegasnya.

 BACA JUGA:Ibu Hamil Kelompok Rentan Terinfeksi Covid-19, Buruan Vaksinasi!

BACA JUGA:6 Fakta Vaksin IndoVac, Booster Dosis 2 yang Dipakai Presiden Jokowi

1
3