Share

Kunjungi Korban Gempa Cianjur, Menkes: Jangan Sampai Ada yang Meninggal!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 10:01 WIB
$detail['images_title']
Gempa Cianjur. (Foto: ANT)

GEMPA di Cianjur yang terjadi pada Senin, 21 November 2022 pukul 13.21 WIB, menjadi duka mendalam. Korban meninggal pun mencapai 271 orang dengan ribuan lainnya mengalami luka-luka.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun masih mencari orang hilang di beberapa titik akibat bencana ini. Kementerian Kesehatan mengidentifikasi ada 474 orang luka berat akibat musibah tersebut, sementara itu 1.800 orang luka ringan.

"Pasien luka berat berjumlah 474 orang, 140 di antaranya sudah dirujuk ke rumah sakit di wilayah sekitar seperti ke Bogor, Sukabumi, dan Bandung," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang meninjau langsung lokasi gempa Cianjur.

Menkes menegaskan bahwa sudah menjadi tugasnya untuk memastikan mereka yang selamat, bisa segera pulih kembali. Lalu, korban gempa yang kini tengah dirawat di rumah sakit, dipastikan tidak meninggal dunia.

"Saya datang untuk memastikan kesiapan seluruh rumah sakit di Cianjur. Tujuannya satu yaitu untuk orang yang dirawat jangan sampai ada yang meninggal. Itu saja," sambungnya.

Dia melanjutkan, di TKP gempa Cianjur, dokter spesialis yang sangat dibutuhkan adalah dokter ortopedi dan bedah. "Timnya sudah datang, ada dari RS Hasan Sadikin Bandung, RS Cipto Mangunkusumo, dan ada juga dokter dari TNI," terang Menkes.

Sementara itu, yang masih kurang adalah ruang operasi. Menkes Budi telah memeriksa ketersediaan ruang operasi di setiap rumah sakit di Cianjur, di antaranya di RS Bhayangkara ada 1 kamar operasi, di RSUD Sayang ada 8 ruang operasi, ruang tersebut bisa dipakai semua, cuman perlu sedikit perbaikan.

Kemudian di RS Dr. Hafiz terdapat 2 ruang operasi. Dan di RSUD Cimacan ada 4 ruang operasi yang bisa digunakan.

"Jadi sebenarnya sudah cukup, ada 15 ruang operasi kalau masing-masing ruang operasi menargetkan 10 kali tindakan. Artinya dalam sehari bisa ada 150 orang yang dioperasi. Dengan demikian 334 pasien bisa selesai dalam 3 sampai 4 hari," tutur Menkes Budi.

Terkait obat-obatan, dia mengatakan pasokan masih sangat mencukupi karena jalur logistiknya terbuka. "Obat-obatan tidak ada masalah. Saya tadi hanya melihat listrik mungkin perlu diperbaiki supaya alat-alat seperti CT Scan bisa digunakan. Itu penting sekali untuk bisa menangani masyarakat yang luka berat akibat gempa," ungkap Menkes.

1
2