Share

Menkes Targetkan Penanganan Operasi Korban Gempa Cianjur 150 Orang per Hari

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 09:02 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Operasi. (Foto: Shutterstock)

INDONESIA kembali mengalami bencana alam, kali ini di Cianjur yang diguncang gempa. Gempa ini pun memakan ratusa korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia imbas gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, sudah 271 orang per 23 November.

Selain itu, masih ada ribuan orang yang luka-luka. Gempa itu pun nampak belum juga usai, pasalnya Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi 161 kali gempa susulan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun mendatangi langsung korban dari gempa Cianjur. Kedatangannya untuk memastikan bahwa Rumah Sakit (RS) dapat memberikan pelayanan baik kepada mereka yang terdampak (korban).

Sejauh ini Tim Kementerian Kesehatan sudah mengidentifikasi jumlah pasien luka berat, sebanyak 474 orang dan pasien luka ringan sekitar 1.800 orang. Ia pun meminta agar tenaga kesehatan untuk fokus kepada orang sakit luka berat, jangan sampai meninggal dan orang yang sakit luka ringan cepat sembuh.

"Pasien luka berat yang berjumlah 474 itu, 140 orang di antaranya sudah dirujuk ke rumah sakit di wilayah sekitar seperti Bogor, Sukabumi, dan Bandung,” ucap Menkes Budi dalam Sehat Negeriku laman Kemenkes.

Sesampainya di sana, dia melihat adanya kekurangan kesiapan operasi di RS. antaranya di RS Bhayangkara ada 1 kamar operasi, di RSUD Sayang ada 8 ruang operasi. Menurutnya ruangan operasi bisa dipakai, cuman perlu sedikit perbaikan.

"Jadi sebenarnya sudah cukup ada 15 ruang operasi kalau masing-masing ruang operasi menargetkan 10 kali tindakan. Artinya dalam sehari bisa ada 150 orang yang dioperasi. Dengan demikian 334 pasien bisa selesai dalam 3 hari sampai 4 hari,” jelas Budi.

Perlu diketahui, Kementerian Kesehatan telah memobilisasi sejumlah tenaga kesehatan antara lain dari bidang kedokteran dan tenaga kesehatan (Biddokes) 22 tenaga kesehatan dan 1 ambulans dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, 26 tenaga kesehatan dan 3 ambulans.

Selain itu, Kemenkes juga memobilisasi logistic kesehatan berupa tenda rangka ukuran 6×12 meter, velbed, kit operasional HEOC, obat-obatan, masker, masker anak, APD, oksigen konsentrator, antigen kit, emergency kit, handscoon, body bag, pampers dewasa dan anak, paket kesling, family.

Kemudian RSUP Hasan Sadikin siap mengirimkan tim dan menyiapkan UGD untuk melayani pasien dari Cianjur, dari IDI 3 dokter spesialis bedah, 1 tim medis dan 1 ambulans, dari Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI) 3 dokter spesialis bedah ortopedi, dan 5 petugas PSC (Public Safety Center) 119.

1
2