Share

Mata Minus Bisa Sembuh Total, Mitos atau Fakta?

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
mata minus, (Foto: Freepik)

BANYAK orang, termasuk anak-anak yang memiliki kondisi mata minus (myopia), sehingga harus memakai kacamata minus sebagai alat bantu untuk beraktivitas sehari-hari.

Secara medis, mata minus diartikan sebagai rabun jauh yakni  kondisi mata menyebabkan objek yang letaknya dekat terlihat jelas, sementara objek yang letaknya jauh terlihat kabur. Familiar terdengar, kalau kondisi mata minus bisa disembuhkan total. Tapi, benarkah demikian? 

Ternyata, istilah sembuh memiliki makna tersendiri untuk kondisi mata minus. Dikatakan Spesialis Mata (Ophthalmologist), dr. Zoraya AnFeranty, SpM, mata minus cenderung lebih mudah bertambah, daripada berkurang. Istilah sembuh untuk mata minus, ialah mata minus stay alias minusnya tidak bertambah.

"Jadi ada penelitian juga, mengatakan kalau mata minus sembuh itu kecil sekali. Tapi dikatakan sembuh adanya stay minus, tetap diangka di awal,” terang ), dr. Zoraya AnFeranty, SpM, yang ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

 BACA JUGA:Ternyata Ini Penyebab Benjolan pada Payudara saat Menstruasi

BACA JUGA:Operasi Kelamin, Payudara hingga Potong Rahang, Lucinta Luna Mengaku Kesakitan Mau Meninggal

"Contoh anak dicek minusnya 2, kemudian pakai kecamatan anak tetap 2, tidak bertambah," lanjut dr. Zoraya memberikan contoh.

Sejatinya, kesembuhan mata minus, termasuk pada anak-anak itu tergantung dari pola hidup dan perawatannya. Misalnya, seharusnya menggunakan kacamata, namun di rumah kacamatanya tak dipakai, kebiasaan inilah yang bisa memicu mata minum anak bertambah.

Sementara untuk treatment, sejauh ini diketahui ada perawatan mata minus dengan lensa mata yang berteknologi, defocus incorporated multiple segment (D.I.M.S). Perawatan jenis ini, disebut mampu memperlambat penambahan atau perkembangan mata minus.

"Contoh awalnya mata minus satu, kalau untuk mata minus cenderung mata tumbuh atau bertambah. Jadi dengan terapi mypio, bisa menahan lajunya beberapa waktu ke depan mungkin sampai satu tahun," tandas dr. Zoraya

1
2