Share

Peneliti Klaim Bruce Lee Kemungkinan Meninggal karena Kebanyakan Minum Air

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 23 November 2022 14:00 WIB
$detail['images_title']
Bruce Lee, (Foto: Facebook MoMa The Museum of Modern Art)

Ketidakmampuan mengeluarkan cukup air tersebut, disebut tim peneliti bisa menyebabkan hiponatremia, edema serebral (pembengkakan otak) dan kematian hanya dalam beberapa jam, jika kelebihan asupan air tidak diimbangi dengan ekskresi (proses pembuangan) air dalam urin.

Disebutkan lebih lanjut, studi di atas juga mengklaim Bruce memiliki banyak faktor risiko dari hiponatremia, contohnya, minum cairan dalam jumlah banyak dan menggunakan ganja, yang bisa meningkatkan rasa haus.

Hiponatremia sendiri merupakan ondisi ketika kadar natrium dalam darah, yang dibutuhkan orang untuk keseimbangan cairan, rendah secara tidak normal. Ketidakseimbangan inilah yang memicu atau menyebabkan sel-sel dalam tubuh bisa membengkak, termasuk sel yang ada di otak.

Dari keterangan sang istri, Linda Lee, sang ahli kung fu tersebut memang sebelum meninggal dunia menjalani pola diet berbasis cairan, dengan konsumsi jus wortel dan jus apel.

Senada dengan Linda, dalam biografi Bruce Lee yang ditulis Matthew Polly di tahun 2018, A Life, disebutkan kalau di malam hari kematiannya, aktor yang ikonik dengan baju training warna kuningnya tersebut  dikatakan berulang kali minum air dan ia juga dilaporkan sering mengonsumsi ganja.

 BACA JUGA:Ternyata Ini Penyebab Benjolan pada Payudara saat Menstruasi

BACA JUGA:Alasan Kenapa Bau Kentut Wanita Sangat Menyengat Sebelum Menstruasi

Follow Berita Okezone di Google News

(rpa)