Share

Peneliti Klaim Bruce Lee Kemungkinan Meninggal karena Kebanyakan Minum Air

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 23 November 2022 14:00 WIB
$detail['images_title']
Bruce Lee, (Foto: Facebook MoMa The Museum of Modern Art)

ADA klaim terbaru terkait kematian Bruce Lee, aktor bela diri terkenal asal Hong Kong yang sudah wafat sekitar 50 tahun yang lalu.

Bruce Lee yang meninggal di usia 32 tahun pada tahun 1973 tersebut, diklaim para dokter kemungkinan meninggal dunia karena terlalu banyak minum air atau hiponatremia.

Otopsi kala itu menunjukkan aktor bintang Enter the Dragon tersebut mengalami pembengkakan otak, yang menurut petugas medis akibat dari konsumsi obat penghilang rasa sakit.

Para peneliti sekarang telah meninjau bukti dan menyimpulkan bahwa Bruce lebih mungkin, lebih masuk akal meninggal karena hiponatremia. Dituliskan dalam jurnal klinis , Clinical Kidney Journal, para peneliti menyimpulkan Bruce Lee meninggal dunia karena ada ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan kelebihan air tersebut.

"Kami berhipotesis bahwa Bruce Lee meninggal karena, bentuk khusus dari disfungsi ginjal yakni ketidakmampuan mengeluarkan cukup air untuk mempertahankan homeostasis air, yang terutama merupakan fungsi tubular,” tulis para peneliti dalam jurnal klinis tersebut, dikutip dari Asia One, Rabu (23/11/2022).

Ketidakmampuan mengeluarkan cukup air tersebut, disebut tim peneliti bisa menyebabkan hiponatremia, edema serebral (pembengkakan otak) dan kematian hanya dalam beberapa jam, jika kelebihan asupan air tidak diimbangi dengan ekskresi (proses pembuangan) air dalam urin.

Disebutkan lebih lanjut, studi di atas juga mengklaim Bruce memiliki banyak faktor risiko dari hiponatremia, contohnya, minum cairan dalam jumlah banyak dan menggunakan ganja, yang bisa meningkatkan rasa haus.

Hiponatremia sendiri merupakan ondisi ketika kadar natrium dalam darah, yang dibutuhkan orang untuk keseimbangan cairan, rendah secara tidak normal. Ketidakseimbangan inilah yang memicu atau menyebabkan sel-sel dalam tubuh bisa membengkak, termasuk sel yang ada di otak.

Dari keterangan sang istri, Linda Lee, sang ahli kung fu tersebut memang sebelum meninggal dunia menjalani pola diet berbasis cairan, dengan konsumsi jus wortel dan jus apel.

Senada dengan Linda, dalam biografi Bruce Lee yang ditulis Matthew Polly di tahun 2018, A Life, disebutkan kalau di malam hari kematiannya, aktor yang ikonik dengan baju training warna kuningnya tersebut  dikatakan berulang kali minum air dan ia juga dilaporkan sering mengonsumsi ganja.

 BACA JUGA:Ternyata Ini Penyebab Benjolan pada Payudara saat Menstruasi

BACA JUGA:Alasan Kenapa Bau Kentut Wanita Sangat Menyengat Sebelum Menstruasi

1
2