Share

Penyebab Penyakit Tulang Belakang, Apa Saja?

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 23 November 2022 23:30 WIB
$detail['images_title']
Penyakit tulang belakang (Foto: Cornerstone)

PENYAKIT tulang belakang dapat mempengaruhi kondisi tulang belakang, mulai dari leher hingga punggung bagian bawah. Hal ini membuat tubuh terasa tidak nyaman.

Penyakit tulang belakang sendiri memiliki banyak penyebabnya, antara lain gangguan sejak lahir, infeksi, akibat kecelakaan atau jatuh, mengalami peradangan, mengalami cedera baik cedera ringan maupun yang parah.

 sakit pinggang

Dokter Perwira Bintang Hari, Sp.OT (K) Spine, Dokter Konsultan Tulang Belakang di Siloam Hospitals Palangka Raya menjelaskan, selama ini banyak pasien yang datang dengan keluhan penyakit tulang belakang. Nah, keluhan ini harus mendapatkan diagnosis yang benar agar pengobatan yang dilakukan juga tepat sasaran.

"Para pasien dengan keluhan penyakit tulang belakang, datang dan memerlukan diagnosis pasti tentang nyeri pinggangnya, atau nyeri lehernya. Oleh karena itu membutuhkan diagnosis dengan MRI," ujar Dokter Perwira.

 BACA JUGA:4 Cara Mengobati Sakit Pinggang Sebelah Kanan pada Wanita

“Dengan adanya MRI maka penegakan diagnosis terkait keluhan nyeri tulang belakang semakin mudah dan bisa dilakukan dengan tepat. Hal ini membuat keputusan lebih presisi untuk operasi tulang belakang," katanya.

Pemindai MRI sebagai alat diagnostik medis mampu menghasilkan gambaran organ tubuh dan jaringan lunak. Ini sebagai deteksi kelainan dalam tubuh dengan hasil sempurna tanpa risiko radiasi.

“MRI 1,5 Tesla merupakan alat diagnostik mutakhir yang dapat digunakan untuk deteksi dan evaluasi, serta dapat digunakan untuk deteksi dini kelainan pada seluruh jaringan tubuh, mulai dari organ bagian kepala seperti otak, mata, hidung dan sinus; hingga bagian mulut dan leher, tulang belakang, saraf, jantung, serta pembuluh darah," terang dr. Edwin Hasiholan Pandjaitan, Sp.Rad (K) Abd. selaku Dokter Spesialis Radiologi Siloam Hospitals Palangka Raya.

"MRI sangat baik untuk mendeteksi kelainan pada jaringan lunak seperti otak, saraf tulang belakang, payudara, sendi, juga organ dalam tubuh lainnya seperti hati, ginjal, rahim, atau prostat. Bahkan pemeriksaan dengan alat tersebut lebih aman karena bebas radiasi, serta menghasilkan gambaran struktur dan organ dalam tubuh yang lebih jelas dan detail dibandingkan rontgen, USG, atau CT scan,” katanya.

1
2