Share

Kenali Gejala Rabun Jauh pada Mata, Keluhan yang Dialami Anak Lukman Sardi

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 24 November 2022 04:00 WIB
$detail['images_title']
Lukman Sardi. (foto: MPI/Kevi Laras)

LUKMAN Sardi mengakui jika salah satu anaknya mengalami mata minus (miopia). Ia mendorong para orang tua untuk memahami pertumbuhan anak-anaknya agar bisa terhindar dari miopia atau rabun jauh.

Diketahui sang anak baru berusia 10 tahun, tanpa disadari sudah mengalami minus. Lukman menyadari adanya keanehan dari mata sang anak seperti sering mengedip. Ia kemudian melakukan pemeriksaan mata anaknya.

Mata minus rabun jauh pada anak

"Akira 10 tahun mata minus itu sekitar setahun lalu, awalnya mata kedip.Waktu itu suka gitu nih kebiasaan kamu, kok aku perhatikan kok semakin sering dan saya concern kok kebiasaan, pasti ada awalnya (penyebab)," kata Lukman Sardi ditemui dalam sebuah acara, Rabu (23/11/2022).

Setelah melakukan pemeriksaan mata, anak Lukman alami mata minus yang berbeda. Kejadian itu sudah berlangsung setahun, tapi Akira masih menggunakan kacamata hingga saat ini.

Dikutip dari Healthy Chidren, miopia atau rabun jauh masalah penglihatan yang sering dimulai saat seseorang berusia 6 dan 14 tahun. Kondisi rabun jauh ini cenderung karena keturunan.

Namun beberapa ahli berpendapat, sering melihat benda dalam jarak dekat, terutama layar ponsel atau komputer juga memicu terjadinya kondisi tersebut.

Ada beberapa gejala yang dialami penderita miopia pada anak. Antara lain.

1. Keluhan pandangan kabur, seperti tidak bisa melihat papan tulis di sekolah

2. Menyipitkan mata untuk mencoba melihat lebih baik

3. Sering mengucek mata

4. Sering sakit kepala

1
2