Share

2 Kelompok Paling Berisiko Tinggi Alami Keparahan karena Covid-19, Anda Termasuk?

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 23 November 2022 16:30 WIB
$detail['images_title']
Covid-19, (Foto: Freepik)

KASUS positif harian Covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan selama beberapa waktu belakangan ini, begitu juga dengan angka kasus kematian. Laporan Kementerian Kesehatan menyebutkan, per Selasa 22 November 2022 angka kematian bertambah 51 orang, dari sebelumnya di angka 43 kematian pada Senin 21 November 2022.

Terkait keparahan dan risiko tinggi infeksi Covid-19, ada dua kelompok masyarakat yang disebut berisiko mengalami kegawatdaruratan atau dengan kata lain punya risiko tinggi alami keparahan saat terinfeksi Covid-19.

"Dua kelompok menjadi perhatian utama untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity), lansia sebagai berisiko tinggi dan orang yang belum melangkapi vaksin dasarnya (vaksin primer dua dosis),” terang Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes, drg. Widyawati, MKM, dalam acara di Jakarta belum lama ini.

Dokter Widyawati tak menampik, terkait isu cakupan vaksinasi terutama booster yang masih rendah secara nasional, masyarakat Indonesia belum punya kesadaran tinggi untuk mau divaksin. Sejauh ini, berdasarkan catatan data Kemenkes, capaian booster pertama di Indonesia masih dinilai sangat rendah baru 27,65 persen.

“Masyarakat belum memiliki kesadaran terhadap vaksinasi," tandasnya singkat.

Padahal, capaian vaksinasi booster ditingkatkan untuk mengurangi efek keparahan dari Covid-19 dan vaksin Covid-19 yang disediakan pemerintah saat ini diungkap drg. Widyawati punya efektivitas vaksin tinggi untuk mencegah risiko keparahan berat dan kematian akibat infeksi Covid-19.

 BACA JUGA:Catat! 7 Kombinasi Vaksin Booster Covid-19 Dosis 2 untuk Lansia dari Kemenkes

(rpa)