Share

Kapankah Status KLB Polio Akhirnya Bisa Dicabut?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 23 November 2022 09:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi vaksinasi polio, (Foto: Reuters)

STATUS kejadian luar biasa (KLB) langsung ditetapkan begitu terkonfirmasi ada satu kasus polio yang yang teridentifikasi di Pidie, Aceh. Keputusan ini diambil oleh pemerintah Kabupaten Pidie untuk mencegah penularan kasus semakin merajalela di masyarakat.

Sebanyak 415 Kabupaten/Kota di 30 Provinsi di Indonesia sendiri, diungkap Kementerian Kesehatan RI, masuk dalam kriteria risiko tinggi polio karena rendahnya imunisasi, termasuk Aceh.

Paska ditetapkan sebagai KLB, masyarakat penasaran sebetulnya kapankah status KLB polio bisa dicabut oleh pemerintah? Apakah ada tenggat waktu alias deadline tertentu yang harus dikejar untuk menyelesaikan masalah lumpuh layu ini?

Dikatakan Peneliti Keamanan dan Ketahanan Kesehatan Griffith University Australia Dicky Budiman, berkaca pada kasus Sudan yang berhasil menyelesaikan wabah polio, dibutuhkan waktu 18 bulan untuk mengevaluasi kasus.

"Sampai akhirnya polio dinyatakan tak ada lagi di Sudan itu, diperlukan 2 putaran vaksinasi dan hasilnya baru terlihat 18 bulan kemudian," kata Dicky Budiman saat dihubungi MNC Portal, Rabu (23/11/2022).

Follow Berita Okezone di Google News

"Artinya, dalam 18 bulan masa evaluasi paska vaksinasi. Pada masa ini harus dipastikan tidak ada lagi virus polio di masyarakat, termasuk tak ada lagi orang yang terinfeksi virus ini," sambungnya lagi.

Agar kasus polio bisa benar-benar hilang di masyarakat, diperlukan surveilans yang kuat dan cepat oleh pemerintah pusat dan daerah tempat kasus polio ditemukan.

Selain itu, vaksinasi polio perlu digenjot secara masif secara nasional. Mengingat, satu-satunya cara pencegahan polio adalah dengan imunisasi. Mirisnya, faktanya cakupan vaksinasi polio di Indonesia memang masih rendah.

Dicky menegaskan, cakupan vaksinasi polio nasional, setidaknya harus mencapai 95 persen. Tidak ada tawar-menawar, alias harus tercapai kalau mau polio hilang dari Indonesia.

 BACA JUGA:28 November, Kemenkes Gelar Vaksinasi Polio Serentak di Aceh

BACA JUGA:Cakupan Vaksinasi Polio Rendah, Gara-gara Informasi Keliru di Media Sosial?

"Target vaksinasi polio harus ditingkatkan cakupannya menjadi 95 persen pada kelompok usia anak di bawah 5 tahun. Ini harus tercapai, sehingga polio bisa tereliminasi di Indonesia," ungkap Dicky.

Meski, Dicky tak menampik bahwa kendala mencapai cakupan vaksinasi itu amat tinggi sekarang ini. Sebab, situasi sekarang masih dalam kondisi pandemi, lalu adanya krisis kepercayaan pada pemerintah, dan ramainya polemik anti-vaksin yang menyebarkan informasi keliru di linimasa media sosial.

Itu kenapa, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Piprim Yanuarso menegaskan bahwa informasi keliru di media sosial jadi salah satu kendala terbesar mencapai cakupan vaksinasi polio yang tinggi.

Sebagai informasi yang patut diingat, Kementerian Kesehatan RI sudah menyatakan dengan tegas bahwasanya vaksin polio terbukti aman dan efektif. Adanya demam pasca-imunisasi bukan bagian dari efek samping, melainkan respons tubuh dalam membentuk kekebalan.

"Imunisasi polio sangat aman dan efektif. Penggunaannya disetujui dan diawasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan sudah digunakan sejak 1980-an di Indonesia," bunyi keterangan resmi Kemenkes RI.

1
3